Banjir, Longsor, dan Puting Beliung Terjang Tapsel: Lima Warga Tewas dan Satu Anggota TNI Hilang
Tapanuli Selatan, Sumselupdate.com – Bencana alam berupa banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Padangsidimpuan, dan Mandailing Natal pada Selasa (25/11/2025).
Curah hujan tinggi sejak dini hari menyebabkan sungai-sungai besar meluap dan jalur transportasi lumpuh di berbagai titik.
Berdasarkan laporan Kodim 0212/Tapsel, sedikitnya belasan desa dan kelurahan terdampak banjir dengan ketinggian air bervariasi mulai 20 cm hingga lebih dari 2 meter.
Di Desa Hutaimbaru, ketinggian air mencapai 2 hingga 2,5 meter hingga menenggelamkan atap rumah warga. Akses menuju desa hanya dapat ditempuh menggunakan perahu Robin selama 4,5 jam.
Di Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru, air bah yang meluap sejak pukul 04.00 WIB menyebabkan sekitar 40 rumah terendam dan warga terpaksa mengungsi ke lokasi lebih tinggi.
Hingga sore hari, banjir di wilayah ini telah menelan korban jiwa sebanyak empat orang yang belum teridentifikasi, dan seorang anggota TNI bernama Serda Dame Ginting dilaporkan hilang. Dua unit sepeda motor milik Babinsa juga hanyut terbawa arus.
Banjir juga merendam puluhan rumah di Hapesong Baru, Hutagodang, Hanopan Sibatu Kota, dan sejumlah wilayah lain.
Di beberapa lokasi, jalan lintas tidak dapat dilalui, seperti jalur penghubung PT SKL–Desa Tarapung serta ruas jalan Sidimpuan–Panyabungan di Aek Sijorni yang terendam hingga 45 cm.
Sementara itu, tanah longsor terjadi di sejumlah titik, termasuk Desa Marsada, Desa Aek Sabaon, serta Dusun III Lubu Uhom, Panobasan Lombang.
Longsor di Lubu Uhom merusak fasilitas pendidikan di SD 100113, mulai dari ruang kelas hingga rumah dinas kepala sekolah.
Di Desa Sisundung, Kecamatan Angkola Barat, longsor menimpa dua rumah warga dan menyebabkan satu orang meninggal dunia atas nama Seri Armida Siregar.
Tidak hanya banjir dan longsor, angin puting beliung juga menerjang Desa Setia Karya, Kecamatan Natal, Mandailing Natal.
Bencana angin kencang ini merusak beberapa rumah warga, kios, gudang sekolah, serta satu ruang kelas MAN 2 Madina.
Kodim 0212/Tapsel menurunkan personel di seluruh titik terdampak untuk membantu evakuasi warga, mendistribusikan logistik, serta berkoordinasi dengan unsur Forkopincam, BPBD, pemerintah desa, dan pihak terkait lainnya.
Warga juga terus diimbau meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih tinggi.
Hingga laporan ini disusun, proses pencarian korban hilang dan penanganan kerusakan infrastruktur masih berlangsung. Dokumentasi kejadian telah dihimpun sebagai bagian dari laporan resmi.
(**)











