Ma’ruf Cahyono: Kekerasan Kepada Anak Perlu Mendapatkan Perhatian Khusus

Rabu, 17 Mei 2023

Semarang,sumselupdate.com- Sekretaris Jenderal MPR RI Prof. Dr. Ma’ruf Cahyono, SH, MH penuhi undangan Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (FH Unissula) Semarang untuk menghadiri dan memberikan keynote speech dalam acara International Conference dengan tema domestic Violence and Child Protection Identification and prevention.

Acara yang digelar di Aula Multi Guna, Gedung Kuliah Bersama, Kompleks Unissula, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (16/5/2023) secara luring dan daring ini dihadiri Rektor Unissula Prof. Dr. Gunarto, SH, M.Hum, Dekan FH Unissula Dr. Bambang Tri Bawono, SH, MH, Ketua Prodi Doktoral FH Unissula Prof. Dr. Anis Mashadurohatun dan civitas akademika Unissula.

Hadir pula beberapa narasumber antara lain, Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA RI) Nahar, SH, M.Si, Prof. Byun Haechul (Hankuk University), Prof. Henning Glaser (Directory of CP Germany), Prof. Shimada Yuzuru (Nagoya University), Prof. Faruk Karen Giray (Istanbul University), dan Prof. Henk Addink (Utrech University).

Di awal acara, saat menyampaikan welcoming speech Dekan FH Unissula Dr. Bambang Tri Bawono, SH, MH, mengatakan, tema yang diangkat dalam konferensi internasional ini, sangat penting dibahas. Karena berhubungan erat dengan anak sebagai generasi muda harapan bangsa, yang semestinya harus dilindungi demi terjaganya manusia unggul di masa datang.

Keynote speech yang disampaikan Sesjen MPR RI Prof. Dr. Ma’ruf Cahyono, menegaskan, pembahasan seputar kekerasan dalam rumah tangga dan perlindungan anak dari kekerasan, adalah tema aktual dan strategis dibahas dalam wadah diskusi internasional tersebut.

Berbicara soal kekerasan dalam rumah tangga apalagi terhadap anak, menurut Ma’ruf Cahyono, pasti tidak akan lepas dari upaya pencegahan dan perlindungan kepada anak itu sendiri.

“Perlu diingat, kekerasan dalam rumah tangga akan berdampak luas kepada anak bukan hanya di lingkup keluarga Itu sendiri, tapi sampai ke lingkup lingkungan sosial lebih luas,” ujarnya.

Dampak terhadap anak ini, lanjut Ma’ruf, tidak bisa dianggap enteng sebab, anak adalah generasi penerus, bagian dari sumber daya manusia unggul dan potensial di masa depan bukan hanya untuk Indonesia, namun negara lain.

Untuk itu, perlindungan atau pencegahan kekerasan kepada anak perlu mendapatkan perhatian khusus.

“Sistem dan mekanisme pencegahan dan perlindungan kepada anak, tentu ada di setiap negara. Begitu juga dengan Indonesia. Di Indonesia, selain berbagai aturan dan UU juga ada ideologi Pancasila yang sarat akan nilai-nilai luhur, salah satunya agama. Sebagai manusia yang beragama, perilaku kekerasan apapun bentuknya tidak bisa ditoleransi. Makanya, jika pondasi agama kuat, kekerasan kepada anak tidak akan terjadi,” tuturnya.

Pada sesi pemaparan narasumber, Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA RI Nahar, mengatakan, sangat penting untuk menjaga dan mengawal tumbuh kembang anak-anak Indonesia, agar di masa depan terwujud generasi emas di tahun 2045.

Namun, kenyataannya bangsa Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam upaya pengembangan hak dan perlindungan anak. Yakni, bagaimana meminimalisir bahkan menghilangkan kekerasan kepada anak, yang tentu menjadi persoalan serius jika dibiarkan. Sehingga diperlukan penanganan secara serius juga.

“Dari data yang ada, berdasarkan lokasi kejadian kekerasan, kita mencatat lingkup rumah tangga jumlahnya paling banyak sekitar 53 persen. Sedangkan pelaku kekerasan, paling banyak sekitar 29 persen dari lingkaran dekat seperti pacar dan teman,”jelasnya.

Inilah, lanjut Nahar, yang harus menjadi concern bersama. Sebab, data yang ada hanya angka laporan. Artinya, di lapangan kasus kekerasan secara riil bisa saja lebih banyak. Seperti, terminologi gunung es, dimana kelihatannya kecil tapi sesungguhnya bisa lebih banyak dan luas.(duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.