Jakarta, Sumselupdate.com – Mantan jubir Komisi Yudisial (KY) yang saat ini menjabat sebagai Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Asep Rahmat Fajar meninggal dunia setelah terserang stroke, Rabu (4/1/2017).
“Iya betul (sudah meninggal) sekitar pukul 5.00 WIB pagi ini,” kata Peneliti Indonesia Legal Rountable (ILR) Erwin Natosmal Oemar dikutip dari detik.com.
Erwin dan Asep adalah rekan yang sama-sama menjadi peneliti senior di ILR. “Yang bersangkutan terkena stroke 3 hari lalu dan kebetulan tidak punya riwayat stroke kemudian tidak sadar, hari ini dipanggil Yang Maha Kuasa,” tambahnya.
Asep meninggal dalam usia 38 tahun dan meninggalkan seorang istri serta 2 orang anak yang masih sekolah. Untuk penguburannya, Erwin mengatakan akan dilaksanakan hari ini namun masih dirapatkan oleh pihak keluarga.
Semasa hidupnya, Asep dikenal sebagai sosok yang gigih. Sebagai orang terdekat, Erwin mengatakan bahwa pasca reformasi, Asep memainkan peran cukup penting dalam gerakan pembaruan di Indonesia.
Asep dikenal sebagai pendiri MaPPI, yaitu sebuah lembaga di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) dalam bidang pemantauan peradilan yang bersifat independen.
Setelah menyelesaikan masa pendidikannya di UI, Asep melanjutkan studi untuk gelar master ke Spanyol. Saat kembali ke Indonesia tahun 2010, ia ditunjuk sebagai juru bicara KY hingga tahun 2014.
Lalu dia menempuh pendidikan doktoral jurusan hukum di Belanda dan sejak tahun lalu diminta oleh Kepala Staf Presiden Teten Masduki untuk membantu sebagai staf ahli presiden. (pto)











