Mantan Bupati Muaraenim Muzakir Sai Sohar Resmi Ditahan

Mantan Bupati Muaraenim periode 2014-2018, Muzakir Sai Sohar resmi ditahan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Senin (23/11/2020).

Palembang, Sumselupdate.com –  Sempat dinyatakan reaktif rapid test dan menjadi tahanan kota, mantan Bupati Muaraenim periode 2014-2018, Muzakir Sai Sohar resmi ditahan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Senin (23/11/2020).

Sebelum dijebloskan ke dalam sel tahanan Rutan Klas I Palembang, Muzakir Sai Sohar menjalani pemeriksaan selama lima jam di Lantai VI Gedung Kejati Sumsel.

Bacaan Lainnya

Penahanan Muzakir Sai Sohar lantaran terjerat kasus dugaan perkara alih fungsi lahan perkebunan PT Mitra Ogan tahun 2014 yang menyebabkan dugaan kerugian negara sebesar Rp5,8 miliar.

Proses penahanan mantan orang nomor satu di Muaraenim menyusul tiga tersangka lainnya yang sebelumya sudah ditahan, yakni, HM Anjapri mantan Dirut PT Mitra Ogan.

Kemudian, Yan Satyananda yang merupakan mantan Kabag Akuntansi PT Perkebunan Mitra Ogan serta Abunawar Basyeban SH MH selaku konsultan.

Muzakir yang terlihat keluar dari ruang pemeriksaan Lantai VI Gedung Kejati Sumsel, pukul 16.20 WIB,  tampak sudah mengenakan rompi tahanan berwarna merah.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumsel  Zet Tadung Allo, mengatakan hari ini tersangka Muzakir Sai Sohar, resmi penahanannya dialihkan dari tahanan kota menjadi tahanan rutan.

“Setelah kemarin sempat dinyatakan reaktif, hari ini tersangka Ir Muzakir bin Sai Sohar resmi kita alihkan penahanan kota menjadi tahanan rutan kelas I Pakjo Palembang. Tersangka ditahan berdasarkan surat perintah penahanan terhitung mulai tanggal 23 November sampai dengan 1 Desember 2020,” jelas Zet Tadung Allo saat menggelar konferensi pers di Kejati Sumsel, sore tadi.

Diketahui, perkara ini bermula pada tahun 2014, PT Perkebunan Mitra Ogan melakukan kerja sama dengan Konsultan Hukum Abunawar Basyeban yang saat ini juga sudah ditahan dalam kasus yang sama oleh penyidik Kejati Sumsel di Rutan Pakjo Palembang.

Kasus merupakan pekerjaan pengurusan perubahan fungsi kawasan hutan produksi konversi menjadi kawasan hutan tetap dengan nilal kontrak sebesar Rp5.850.000.000, dengan penunjukan langsung (PL).

Dalam pelaksanaannya ternyata dilaksanakan langsung oleh PT Perkebunan Mitra Ogan bukan oleh Kantor Hukum Abunawar Basyeban sebagaimana dalam kontrak.

Namun pihak PT Perkebunan Mitra Ogan tetap membayarkan kepada pihak kantor Hukum Abunawar Basyeban sebesar total Rp5.850.000.000.

Proses pembayaran dilakukan empat  tahap melalui rekening An Abunawar Basyeban dan pada hari itu juga atau di hari yang sama uang tersebut ditarik kembali oleh pihak PT Perkebunan Mitra Ogan.

Kemudian, dana yang sudah dicairkan itu ditukar pecahan US dolar 400.000. Kemudian dalam bentuk mata uang dolar Amerika US $ 400.000, diserahkan kepada Bupati Muaraenim yang saat itu dijabat oleh tersangka Muzakir Sai Sohar.

Penyerahan tersebut sebanyak lima tahap, mulai bulan Februari sampal bulan Mei 2014. (ron)

 

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.