Manajer Tim BSB Sebut Selangkah Lagi Menuju Grand Final Proliga 2018

Selasa, 3 April 2018
Tim BSB Proliga bersama Gubernur Sumsel.

Palembang, Sumselupdate.com – Single event bergengsi Proliga 2018 hingga kini terus berjalan sengit. Tak terkecuali, tim ‘Bayi Ajaib’ Bank Sumsel Babel (BSB) yang masih di posisi aman. Bahkan, selangkah lagi, Bayi Ajaib bakal naik tahta turun di grand final.

Manajer Tim BSB Proliga Welsar mengatakan, soal posisi Tim Bayi Ajaib, di babak final four kedua yang akan berlangsung di GOR Sritex Solo pada 6-9 April nanti, Palembang BSB akan bertemu Surabaya Bhayangkara Samator di pertandingan pertama.

Read More

“Menang lawan Surabaya Samator, tiket grand final di tangan, kita optimis masuk ke babak grand final dan siap berhadapan dengan tim manapun,” ungkap Manajer Tim Voli Putra Palembang BSB, Welsar, Selasa (3/4/2018).

Ia menambahkan, kemungkinan grand final nanti Palembang BSB akan mengulang partai ulangan melawan Jakarta Pertamina Energi yang di putaran pertama dan kedua penyisihan Progliga 2018 tidak bisa dikalahkan.

Namun pada babak final four pertama, anak asuh Syamsul Jais itu berhasil menang set 3-2 melawan Jakarta Pertamina Energi. “Kemenangan melawan JPE sangat berarti bagi BSB, karena kita sudah mengetahui strategi dan kelemahan mereka, memang mereka sangat kuat bada babak putaran pertama dan kedua,” ujarnya.

Pada babak final four pertama, diakui Palembang BSB harus menang 3-2 saat melawan Surabaya Samator, Jakarta BNI Taplus dan JPE. Bahkan BSB bangkit pada set 3 dan 4 sampai harus memenangkan pertandingan di set 5.

Rotasi pemain juga dilakukan oleh Palembang BSB agar tidak terbaca musuh, hasilnya strategi yang dilakukan oleh pelatih yang juga pelatih timnas putra Indonesia mampu menyapu bersih tiga kemenangan dan sementara menduduki peringkat pertama.

“Pada penyisihan pelatih mengutamakan kedua pemain asing, tapi lambat laun stamina pemain asing mulai berkurang dan mencoba memakai pemain lokal, hasilnya luar biasa karena mampu menang tiga kali,” katanya.

Kemenangan BSB juga tidak terlepas dari empat pemain timnas yaitu Sigit (Open Spike), Aji (Setter), Ramsil Huda (All Round) dan Bastian (libero). Bahkan Ramsil yang selama penyisihan jarang diturunkan menjadi kunci kemenangan BSB.

“Strategi permainan berkembang dan sulit dibaca tim lawan, mulai dari quick spike, blok, recieve dan back attack rata-rata mampu mendulang poin, variasi penyerangan juga salah satu faktor kemenangan, karena di posisi kedua yang biasa diisi Martin Nemec dirotasi kepada Ramsil, tapi Joao pemain asing yang satu ini konsisten baik melakukan ace pada jump serve maupun spike kerasnya,” ujarnya.

Diterangkan Welsar, bila menang melawan Samator pada pertandingan pertama final four kedua, maka membuat tim akan menyodok peringkat dan bakal tidak terkejar tim lawan.

Sebab untuk sisa dua pertandingan selanjutnya akan dimanfaatkan untuk kebugaran pemain dengan melakukan rotasi. “15 April kita siap di babak grand final di Yogya, kita berharap melawan JPE untuk membalas dendam pada final 2017 lalu,” pungkasnya. (sbw)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts