Mahasiswa KKN/KKL Universitas PGRI Palembang Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba di Kota Prabumulih

Dari kiri ke kanan Muhajir (Ketua RW 01), Hj Eka Apriani, SPd (Lurah), Fitri Kurnia Sari, YI, S.Kom i (Penyuluh Narkoba BNN), Hendri Dunan, SH (Camat Prabumulih Utara), Dr Mulyadi, MA (Dosen Pembimbing) dalam acara sosialisasi bahaya narkoba di tengah kehidupan milenial masa kini yang dipusatkan di Balai Karya Kota Prabumulih, Jumat (11/10/2019).

Prabumulih, Sumselupdate.com – Mahasiswa-mahasiswi Universitas PGRI Palembang yang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) kelompok 47 Prabumulih Utara, menggelar sosialisasi bahaya narkoba di tengah kehidupan milenial masa kini.

Kegiatan sosialisasi bahaya narkoba serta kenakalan remaja dan keamanan disampaikan oleh penyuluh dari BNN Kota Prabumulih dan Kanit Bimas Polsek Barat, Prabumulih Barat dipusatkan di Balai Karya Kota Prabumulih, Jumat (11/10/2019).

Bacaan Lainnya

Sosialisasi ini dihadiri Hendri Dunan, SH (Camat Prabumulih Utara), Hj Eka Apriani, SPd (Lurah Pasar 2 Prabumulih Utara), Fitri Kurnia Sari YI S.Kom I (Penyuluh Narkoba dari BNN Kota Prabumulih).

Dari kiri ke kanan Hj Eka Apriani, SPd (Lurah), Aiptu Heriyadi (Kanit Bimas Polsek Barat), dan Dr Mulyadi, MA (Dosen Pembimbing) dalam acara sosialisasi bahaya narkoba di tengah kehidupan milenial masa kini yang dipusatkan di Balai Karya Kota Prabumulih, Jumat (11/10/2019).

 

Aiptu Heriyadi (Kanit Bimas Polsek Barat) Prabumulih Barat, Muhajir (Ketua RW 01) Pasar 2 Prabumulih Utara, para RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, ibu-ibu dharma wanita, ibu PKK, siswa/i, dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, dosen pembimbing mahasiswa KKN/KKL kelompok 47 Prabumulih Utara, Dr Mulyadi, MA menyampaikan salam hormat dan ucapan terima kasih dari Rektor Universitas PGRI Palembang kepada Pemerintah Kota Prabumulih, khususnya camat, lurah, para ketua RW, RT, dan masyarakat Prabumulih Utara.

Menurut Mulyadi, kegiatan sosialisasi bahaya narkoba yang diketuai Dedi Lestari dan Sekretaris Vicky Saherty Yahya mengambil tema ‘Pemuda Penerus Bangsa Adalah Pemuda Berkualitas Anti Narkoba’.

Penyerahan sertifikat sebagai narasumber dari dosen pembimbing, Dr Mulyadi, MA kepada Kanit Bimas Polsek Barat, Aiptu Heriyadi.

 

Kegiatan ini menurut Mulyadi merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN/KKL kelompok 47 di Kecamatan Prabumulih Utara.

Pada kesempatan itu Mulyadi mengucapkan terima kasih kepada Camat Prabumulih Utara, Lurah Pasar 2 Prabumulih Utara, Ketua RW, Ketua RT, dan semua masyarakat yang sudah menerima serta membantu mahasiswa KKN/KKL di lingkungan Prabumulih Utara.

Mulyadi berharap bahwa kegiatan KKN/KKL ke depan akan berjalan baik dan lancar dan memohon bantuan kepada semua pihak terkait untuk membantu mahasiswa untuk terus belajar dan menambah pengalaman secara langsung.

Penyerahan sertifikat sebagai narasumber dari Lurah Pasar 2 Prabumulih Utara, Hj Eka Apriani, SPd kepada Penyuluh Narkoba BNN Kota Prabumulih, Fitri Kurnia Sari, YI, S.Kom i.

 

Mengenai jumlah mahasiswa/i yang mengikuti KKN/KKL di Prabumulih Utara ini ada 17 orang yang berasal dari Fakultas Ekonomi Manajemen, dan FKIP Pendidikan Matematika, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Olahraga, Pendidikan BK, dan Pendidikan Bahasa Indonesia.

Adapun lokasi KKL adalah PT Pos Indonesia, kantor DPRD Prabumulih, dan SMA Negeri 1 Prabumulih. Sedangkan KKN dilaksanakan di Prabumulih Utara.

Mengenai jadwal KKN/KKL ini dibagi sedemikian rupa, yakni hari Senin sampai Kamis para mahasiswa melakukan KKL. Sedangkan Jumat dan Sabtu melakukan kegiatan KKN.

Peserta sosialisasi bahaya narkoba di tengah kehidupan milenial masa kini menyimak materi yang disampaikan narasumber.

 

Sementara itu, Camat Prabumulih Barat, Hendri Dunan, SH menyambut baik kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN/KKL Kelompok 47 Universitas PGRI Palembang.

Dikatakannya, pemerintah kecamatan dan kelurahan Prabumulih Utara berterima kasih atas kerja sama ini dan berharap bisa memberikan manfaat bagi lembaga, pemerintah, dan mahasiswa.

Sedangkan Penyuluh Narkoba dari BNN Kota Prabumulih, Fitri Kurnia Sari YI S.Kom i memaparkan berbagai hal mengenai narkoba dan bahayanya bagi generasi muda, khususnya para siswa/i dan remaja.

Fitri mengungkapkan jika sebenarnya narkoba merupakan jenis obat-obatan yang biasanya dipakai dokter untuk membius pasien saat akan dilakukan operasi atau obat-obatan yang digunakan untuk proses penyembuhan penyakit tertentu.

Peserta sosialisasi bahaya narkoba di tengah kehidupan milenial masa kini menyimak materi yang disampaikan narasumber.

 

Akan tetapi, beberapa kalangan menggunakan obat-obatan tersebut dengan tujuan yang tidak baik, sehingga menimbulkan efek bahwa obat-obatan yang digunakan untuk medis tersebut menjadi obat-obatan yang terlarang.

Untuk itu, perlu diketahui jenis-jenis narkoba yang kini semakin beragam. Dan tentu saja, dengan mengetahui jenis-jenis narkoba jadi lebih paham bahaya serta efeknya.

Dikatakannya, seseorang yang sudah mengalami ketergantungan narkoba, kemungkinan besar tubuhnya akan rusak, sehingga pada ujungnya akan berdampak pada kematian.

Adapun jenis-jenis narkoba yang beredar di tengah masyarakat sebagai berikut; morfin, heroin/putaw, kokain, ganja/kanabis/mariyuana, LSD atau lysergic acid/acid/trips /tabs, opiat/opium, dan narkoba jenis kodein.

Sedangkan Aiptu Heriyadi selaku Kanit Bimas Polsek Barat, Prabumulih Barat membahas tentang kenakalan remaja dan keamanan.

Dalam bahasannya, Aiptu Heriyadi mengatakan, ada beberapa bentuk kenakalan remaja, yakni penyalahgunaan narkoba, perilaku seksual sebelum menikah, perkelahian/tawuran antar-pelajar, kebut-kebutan di jalan, dan lain sebagainya.

Menurut Heriyadi, pencetus kenakalan remaja ada tiga dari internal, eksternal, dan faktor lain. Untuk mencegah munculnya kenakalan remaja dibutuhkan peran orang tua dan guru.

Di antara peran orangtua dan guru itu adalah menanamkan pola asuh yang baik pada anak sejak dini, membekali anak dengan dasar moral dan agama, mengerti komunikasi yang baik dan efektif  antara orangtua dan anak.

Kemudian, menjalin kerja sama yang baik dengan guru, dan menjadi tokoh panutan bagi anak-anak dalam perilaku maupun dalam hal menjaga lingkungan yang sehat. (hyd)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.