Lubuklinggau Berlakukan Larangan Angkutan Tonase Berat Masuk Kota

Lubuklinggau, Sumselupdate.com – Sosialisasi dan uji coba pengalihan angkutan barang di Kota Lubuklinggau mulai diberlakukan tim gabungan Polres dan Dinas Perhubungan setempat sejak, Selasa (11/4).

Seluruh angkutan bertonase berat dilarang melintas di jalan protokol sesuai waktu yang ditentukan.

Bacaan Lainnya

Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga mengatakan, dari hasil rapat antara pihak terkait, termasuk organda beberapa waktu lalu disepakati bahwa angkutan barang mulai pukul 6.00 – 18.00 dialihkan melalui Jalur Lingkar Utara dan Selatan.

“Pertimbangannya antara lain, arus lalulintas di jalan protokol (Jalan Yos Sudarso, Jalan Garuda dan Jalan Ahmad Yani) sangat padat, ini dikarenakan semua kendaraan melalui jalur itu,” ujarnya.

Kemudian, pantauan anggota Satuan Lalulintas di lapangan dari rekayasa lalulintas yang sudah dilakukan, ada beberapa titik kemacetan, diantaranya, di depan SMA PGRI, simpang tiga RCA, depan Masjid Agung Assalam dan simpang Jalan Kenanga II.

“Kota Lubuklinggau merupakan pusat perekonomian dari sejumlah daerah tetangga, bahkan provinsi lainnya. Coba bayangkan, jika kendaraan dari berbagai daerah itu melintas di Lubuklinggau. Apalagi merujuk data dari Samsat Kota Lubuklinggau tiap bulan terjadi peningkatan kendaraan roda dua sekitar 350 unit dan roda dua 80 unit,” katanya.

‎Terpisah, Kabid Teknis Sistem Transportasi Perkotaan Dinhub Kota Lubuklinggau, Bakarudin menjelaskan, pelaksanaan sosialisasi dan ujicoba tersebut ‎dilaksanakan selama tujuh hari, dari tanggal 11 sampai 18 April 2017.

Dalam uji coba itu, ‎angkutan barang dari arah timur menuju utara melalui jalur Simpang Periuk ke jalur lintas utara. Lalu dari arah barat melalui simpang Lapter, masuk jalur selatan. Begitu pun sebaliknya.

“Sosialisasi hari pertama ada beberapa kendala, di antaranya kabel listrik yang melintasi badan jalan masih tersentuh atas kendaraan dan rumput pinggir jalan menghalangi jarak pandang pengemudi,” paparnya.

Namun, menurutnya, kendala tersebut sudah dikoordinasikan ke instansi terkait untuk ditindaklanjuti. Landasan kerja melakukan sosialisasi ini sudah diajukan Peraturan Walikota (Perwal) untuk di tandatangani.

“Kami harapkan dukungan dari masyarakat supaya program ini berjalan sukses dan tertib,” harapnya. (and)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.