Palembang, Sumselupdate.com – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPKM) menggelar sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan pelatihan penyusunan draf paten bagi dosen di Universitas PGRI Palembang.
Sosialisasi HKI dan pelatihan penyusunan draf paten ini digelar di Aula Usman Madjid Gedung Perpustakaan Universitas PGRI Palembang, Senin (11/2/2019), dengan mendatangkan narasumber Ketua Sentra HKI Universitas Sriwijaya, Dr Hasanudin, MSi.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas PGRI Palembang Dr H Bukman Lian, MM, MSi dan dihadiri Wakil Rektor 2, Dr Yasir Arafat, MM, Wakil Rektor 3, Drs Sukardi, MPd, Kepala UPT Business and Science Center, Prof Dr Ratu Wardarita, MPd, para dosen di lingkungan Universitas PGRI Palembang.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas PGRI Palembang Dr H Bukman Lian, MM, MSi menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada LPPKM di bawah komando Dr Rohana, MPd dan rekan-rekan atas terlaksananya kegiatan seperti ini.
Menurut Rektor, kegiatan semacam ini sudah lama diinginkan untuk membuat sejarah, karena perguruan tinggi yang baik, maka tri darma harus berjalan baik seiring dan sejalan.
Dikatakannya, dosen harus mampu melakukan pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat.
Sejalan dengan penelitian, maka Rektor menekankan bahwa hasil penelitian dosen tidak boleh hilang. Maka dari itu penelitian harus dipatenkan.
Menurut Rektor, hasil penelitian perlu nantinya dipilah mana yang layak dipatenkan dan mana yang belum layak.
Rektor berharap kepada narasumber untuk memberikan ilmu serta pengalamannya kepada para peserta pelatihan ini.
Demikian juga kepada para peserta untuk dapat memanfaatkan kesempatan ini dan mengikutinya dengan sungguh-sungguh.
Ketua LPPKM Universitas PGRI Palembang, Dr Rohana, MPd menjelaskan jika kegiatan sosialisasi HKI dan pelatihan penyusunan draf paten bagi dosen diikuti 52 orang peserta.
Para peserta terdiri dari 27 dosen dari FKIP, empat dosen dari Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik mengirim sebanyak tujuh orang, Fakultas MIPA empat orang, Fakultas Perikanan empat orang, dan dari Pascasarjana sebanyak enam orang.
Menurut Dr Rohana, MPd, kegiatan ini sangat penting sebab hasil publikasi penelitan dan pengabdian kepada masyarakat yang dijalani dosen di Universitas PGRI Palembang, selama ini masih terbatas pada publikasi ilmiah di jurnal, seminar, dan media massa dan belum banyak menyentuh ke arah HKI baik berupa Hak Cipta, Paten, Paten Sederhana, dan bentuk HKI lainnya.
Padahal, menurut dia, hasil-hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dosen Universitas PGRI Palembang memiliki potensi besar untuk didaftarkan HKI-nya.
Hal ini disebabkan masih minimnya pemahaman dan informasi yang didapat oleh dosen mengenai pentingnya HKI atas karya yang telah mereka hasilkan serta prosedur pengajuan HKI.
Dikatakannya. peneliti dan perekayasa yang ada di perguruan tinggi diharapkan untuk memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya perolehan HKI dalam kegiatan pengajaran, penelitian, dan pengabdian.
Berangkat dari persoalan tersebut, LPPKM berkoordinasi dengan unit dan tim inovasi dan HKI Univeristas PGRI Palembang menyelenggarakan kegiatan seperti ini.
Sementara itu, Ketua Sentra HKI Universitas Sriwijaya, Dr Hasanudin, Msi memaparkan secara rinci HKI dan pentingnya HKI.
Kemudian, Hasanudin juga menjelaskan mengenai jenis-jenis HKI dan prosedur HKI.
Di samping itu, Hasanudin juga menjelaskan dan mengarahkan mengenai penulisan draf paten kepada seluruh peserta. (hyd)










