Islam Disempurnakan Pada Bulan Dzulhijjah
Allah berfirman: (Qs. Al Maidah: 3)
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
“Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan telah Aku sempurnakan nikmat-Ku atas kalian, dan Aku telah meridhai Islam itu agama bagi kalian.”
Rasulullah SAW bersabda:
ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر. قالوا ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله ولم يرجع من ذالك بشيء. (رواه البخاري)
“Tidak ada hari yang amal shalih lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari yang sepuluh ini (10 awal Dzulhijjah).” Para sahabat bertanya: “Apakah lebih baik daripada jihad fii sabiilillaah?” Beliau bersabda, “Iya. Lebih baik daripada jihad fii sabiilillaah, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan harta dan jiwa raganya kemudian dia tidak pernah kembali lagi (mati syahid).” (HR.( Hadist Riwayat ) Al Bukhari)
Para ulama sepakat bahwa ayat itu turun di bulan Dzulhijjah saat haji wada’ di hari Arafah.
Hal ini berdasarkan atsar dari Umar bin Khotob, bahwasanya seorang ulama Yahudi berkata kepada Umar, “Wahai Amiirul Mu’miniin, tahukah engkau satu ayat dalam kitab suci kalian yang kalian baca, yang jika seandainya ayat itu turun kepada kami maka kami akan jadikan hari turunnya ayat tersebut sebagai hari raya.”
Dari Dalil Ai-quran dan Hdist serta Ijmak para Ulama maka Bulan Dzulhijjah atau orang Jawa menyebutnya “Besar” merupakan bulan yang memiliki sejumlah keutamaan :
- Salah Satu Bulan yang Dimulaikan.
- Bulan Haji
- Terdapat Hari Arafah yang Agung
- Bulan yang Diharamkan untuk Berperang
- Dilaksanakannya Ibadah Kurban.
1. Salah Satu Bulan yang Dimulaikan.
Karena Allah Telah menijabbah Doa Nabi dan Rosullah
- Hari Pertama ( 1 Dzulhijjah)Hari diampuninya Nabi Adam As.
Barangsiapa berpuasa di hari itu akan diampuni segala dosanya.
- Hari kedua (2 Dzulhijjah)
Hari diterimanya doa Nabi Yunus dan dikeluarkannya dari dalam perut Ikan.
- “Barang siapa yang berpuasa pada hari itu, maka akan dapat pahala selama 1 tahun tanpa mendurhakai Allah SWT walaupun sekejap mata”.
- Hari ketiga (3 Dzulhijjah)
Allah mengabulkan do’anya Nabi Zakaria. Barang siapa yang berpuasa, Maka do’anya akan dikabulkan oleh Allah SWT.
- Hari keempat (4 Dzulhijjah)
Hari dilahirkannya Nabi Isa As. Barang siapa pada puasa hari itu, Maka Allah SWT akan menghilangkan kesusahan dan kekafirannya dan pada hari kiamat kelak akan dengan orang yang baik-baik dan mulia.
- Hari kelima (5 Dzulhijjah)
Hari dilahirkannya Nabi Musa As. Barang siapa yang berpuasa, Maka akan terhindar dari sifat munafik dan siksa kubur.
- Hari keenam (6 Dzulhijjah)
Hari di mana Allah SWT membuka pintu kebaikan pada Nabi Muhammad SAW. Barang siapa berpuasa pada hari itu, Allah SWT memperhatikan kepadanya dengan penuh kasih sayang.
2. Bulan Haji
Berhaji Jika Mampu
Haji menjadi amalan wajib yang dapat dilakukan oleh umat Islam yang mampu secara fisik, finansia, dan spiritual. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Hajj: 27-28, yang artinya:
“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah nyak keutamaan dan berbagai amalan, baik sunnah maupun wajib yang pahalanya sangat besar.
Tak hanya itu, di bulan Dzulhijjah juga terdapat serangkaian peristiwa penting, seperti ibadah haji dan perayaan Idul Adha.
3. Terdapat Hari Arafah yang Agung
Terdapat Hari Arafah yang Agung di dalamnya terdapat hari yang Agung bulan Dzulhijjah juga memiliki keistimewaan karena di dalamnya terdapat satu hari yang Agung. Hari itu adalah hari Arafah.
Pada hari tersebut, umat Islam yang tidak sedang melaksanakan ibadah Haji disunnahkan untuk berpuasa.
Puasa Arafah dapat menggugurkan dosa-dosa selama dua tahun. Pahala puasa Arafah (9 Dzulhijjah) lebih afdhal daripada pahala puasa Asyura (10 Muharram).
Rasulullah SAW bersabda:
صوم عاشوراء يكفر السنة الماضية وصوم عرفة يكفر السنتين الماضية والمستقبلة (رواه النسائي)
“Puasa Asyura dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu, dan puasa Arafah itu dapat menghapuskan dosa selama dua tahun, setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (Hadist Riwayat . An Nasaa’i)
Hari Arafah adalah puncak dalam ibadah haji di mana para jamaah berkumpul di padang Arafah untuk memohon ampunan kepada Allah. Momen ini terjadi di bulan Dzulhijjah, tepatnya tanggal 9 Dzulhijjah.
Pada hari yang agung ini seluruh umat Islam yang tidak berhaji disunnahkan untuk berpuasa. Pahala puasa Arafah dapat menghapus dosa-dosa selama dua tahun, yaitu tahun yang lalu dan yang akan datang.
Dzulhijjah Adalah Bulan Muktamar Umat Islam Tingkat Dunia
Di hari Arafah, umat Islam yang datang dari seluruh penjuru dunia untuk melaksanakan ibadah haji berkumpul di padang Arafah. Hal itu dilakukan demi prosesi puncak pelaksanaan manasik haji, yaitu wukuf di Arafah.
Rasulullah SAW bersabda:
الحج عرفة (رواه الجماعة)
“Haji itu (wukuf) di Arafah.” (HR. Al Jama’ah)
Bulan Dzulhijjah adalah akhir tahun 1444 H. Yuuk siapkan menutup tahun dengan amal-amal soleh dan meningkatkan kapasitas diri agar semakin lebih baik lagi.
4. Dilaksanakannya Ibadah Kurban.
Darah-darah Hewan Kurban Ditumpahkan Terbanyak di Bulan Dzulhijjah
Rasulullah SAW bersabda:
أفضل الحج العج والثج
“Sebaik-baik pelaksanaan haji adalah yang paling banyak bertalbiyah dan yang paling banyak berhadyu (menyembelih hewan sebagai hadiah untuk fuqara’ Makkah).” (HR. Abu Ya’la, An Nasaa’i, Al Haakim, dan Al Baihaqi. Syaikh Al Albaani menilai hadits ini hasan)
Bulan Dzulhijjah selain sebagai bulan Haji, juga disebut sebagai bulan kurban, karena banyaknya hewan kurban yang disembelih pada bulan tersebut.
5. Bulan yang Diharamkan untuk Berperang
Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan yang Allah muliakan dengan haram berperang. Pada bulan ini, umat Islam tidak dianjurkan untuk berperang, kecuali membela diri.
Anjuran tersebut tertuang dalam Q.S ( Quran Surat ) At-Taubah ayat 36, yang artinya:
“ Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.
Ayat tersebut menjelaskan bahwa
pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak.”
Mengingat mulianya ibadah ini, maka diperlukan persiapan yang matang agar perjalanan dapat tenang. Maka dari itu, banyak umat Islam mulai membuka tabungan haji sejak dini agar membantu lebih disiplin dalam mengatur pengeluaran.
Semoga Allah SWT selalu memberikan Anda dan Keluarga semuanya kesehatan, kebahagiaan, keluarga yg sakinah mawadah warohmah, kemudahan dalam segala urusan, rezeki yg banyak dan barokah, ilmu yg bermanfaat, sukses dunia akhirat, selalu dlm lindungan Allah SWT dimana pun kalian semua berada. Aamiin ya rabbal alamin.
Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini ke 3 group, semoga bermanfaat.
Jazakumullahu khoiron.
Refrensi :
- Al Qurqn
- Al Hadist
- https://mamuba.sch.id/read/269/keutamaan-bulan-dzulhijjah-apa-saja
- https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-7378504/keutamaan-10-hari-pertama-bulan-dzulhijjah-berpahala-lebihi-jihad
- https://www.megasyariah.co.id/id/artikel/edukasi-tips/donasi-dan-amal/puasa-arafah-dan-tarwiyah
(Penulis adalan Zainul Marzadi Sebagai Dosen Universitas Muara Enim)











