Lihat Bangunan ‘Bank Sampah’ Bupati PALI Geleng Kepala

Selasa, 3 Januari 2017
Bupati PALI saat meninjau Bank Sampah di wilayah Talang Kemang.

PALI, Sumselupdate.com – Bupati PALI H. Heri Amalindo hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala saat melihat bangunan bank sampah atau rumah kompos di wilayah Talang Kemang, Kelurahan Talang Ubi Selatan, Kecamatan Talang Ubi, Selasa (2/1/2017).

Pasalnya, anggaran bangunan yang mencapai Rp1,8 miliar, terdiri atas Rp450 juta berupa bank sampah dan sisanya berupa 6 unit mesin pencacah sampah tidak sesuai. Bahkan, terkesan asal jadi. “Dana 450 juta, ini wujud jadi bangunannya? Kena tabrak ayam saja sudah roboh. Ngak mikir orang ini yang buatnya, saya ini insinyur, bukan bodoh mau dibohongi,” ujar Heri kesal.

Read More

Tak hanya itu, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Sunsel ini akan menegur, baik pemborong maupun instansi terkait. “Bangunan ini paling besar biaya pembuatannya Rp200 juta, itupun sudah dibesar-besarkan. Kalau tidak mau benahi lapor ke Kejaksaan, ini uang rakyat yang dihabiskan,” tegas Heri dengan nada tinggi.

Dirinya juga mempertanyakan kenapa bangunan itu dibangun di wilayah yang jauh dari tempat pembuangan akhir (TPA) sampah yang dinilai tidak strategis. “Inilah akibatnya kalau membangun tanpa koordinasi, bukannya kami ingin dihormati atau lainnya, tapi setidaknya kalau kami diberitahu, bisa memberikan solusi dan arahan yang tepat,” tandasnya.

Sementara itu, Nopan Sardian SE, ketua dari salah satu koperasi yang akan mengurus pembuatan kompos di bank sampah tersebut mengatakan bahwa pihaknya tidak tahu persis bagaimana struktur bangunan yang akan dibuat, dan siapa yang akan membuatnya.

Namun pihaknya hanya diajukan sebagai pengurus ketika bangunan itu sudah jadi dan siap digunakan untuk menampung sampah dan membuat kompos.

“Itu rekomendasi pembina kita, mas Dono dan beliau tidak tahu bagaimana struktur bangunan yang diberikan, namun setelah melihat kondisi bangunan ini beliau (Dono-red) tidak setuju, sebab tidak sesuai dan jauh dari permintaan atau pengajuan,” terang Nopan.

Terpisah, Kepala Dinas Pertambangan Energi dan Lingkungan Hidup (Distamben LH) Ir M.Saleh, membenarkan ada bangunan bank sampah yang didirikan melalui instansi yang ia pimpin.

“Kalau tidak salah itu pakai dan alokasi khusus dari pemerintah pusat, tapi saya lupa-lupa ingat nominal anggarannya. Nanti saja ke kantor untuk lebih jelasnya, saya sedang ada kerjaan,” ucapnya lewat sambungan telepon. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts