Laporan: Novrico Saputra
Pagaralam, Sumselupdate.com – Libur Natal dan Tahun Baru 2021 (Nataru) telah tiba. Seperti tahun-tahun sebelumnya, diperkirakan akan banyak wisatawan yang akan menghabiskan waktu liburnya ke Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan.
Kota Pagaralam sendiri sudah siap menyambut wisatawan dalam suasana pandemi Covid-19. Persiapan yang dilakukan mulai dengan mempersiapkan standar Protokol Kesehatan (Prokes) di objek wisata yang ada.
Namun tidak hanya itu saja, Pemkot Pagaralam bersama Polres Pagaralam juga telah mempersiapkan sejumlah Pos PAM Lilin untuk mengantisipasi Kamtibmas dan masalah lalu lintas.
Salah satunya di kawasan Lematang Indah, yang terdapat beberapa titik rawan longsor. Pemkot dan Polres Pagaralam telah memberikan tanda di kawasan tersebut, agar wisatawan dapat berhati-hati saat melintas.
Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara SIK MH mengatakan, jelang Libur Nataru ini pihaknya telah mendirikan empat Pos Pam Lilin dibeberapa kawasan, seperti kawasan Gunung Dempo dan pintu masuk Kota Pagaralam.
“Kita mendirikan Pos PAM juga di kawasan Lematang Indah. Hal ini untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan kendaraan yang melintas di kawasan tersebut serta memberikan rasa aman kepada wisatawan,” ujarnya.
Tidak hanya itu, pihaknya bersama Dinas Perhubungan Pagaralam juga telah memasang tanda peringatan dijalur rawan longsor seperti kawasan Lematang Indah.
“Kita sudah pasang garis polisi dan papan waspada dikawasan tersebut. Nanti juga akan ada anggota gabungan yang akan berjaga dikawasan itu untuk mengingatkan wisatawan yang datang untuk berhati-hati saat melintas,” katanya.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Pagaralam, Novi Endri menambahkan, bahwa memang ada beberapa titik jalur masuk ke Pagaralam yang rawan longsor. Namun semuanya sudah diberi tanda agar wisatawan dapat berhati-hati.
“Kita akan tetap berjaga di kawasan-kawasan rawan kecelakaan dan rawan longsor bersama petugas gabungan. Jadi bagi wisatawan yang akan berwisata ke Pagaralam kami siap menjaga keamanan. Namun kami ingatkan untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan,” ungkapnya. (**)











