Palembang, sumselupdate.com – Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Sumatera Selatan pada bulan Mei 2019 tercatat sebesar 91,52 atau turun sebesar 0,26 persen dibanding NTP bulan sebelumnya.
Penurunan NTP ini dipengaruhi oleh Indeks Harga yang Diterima Petani (It) yang mengalami kenaikan sebesar 0,47 persen, lebih rendah dibandingkan kenaikan Ib yang naik sebesar 0,73 persen.
Penurunan Nilai Tukar Petani dipengaruhi oleh turunnya NTP pada sub sektor tanaman pangan yang cukup besar yaitu 2,40 persen.
Sedangkan NTP pada subsektor lainnya mengalami kenaikan yaitu masing-masing : hortikultura 1,45 persen, perkebunan 0,12 persen, peternakan 1,33 persen, perikanan secara umum 0,63 persen, perikanan tangkap 0,64 persen dan perikanan budidaya sebesar 0,62 persen.
Kepala BPS Provinsi Sumatera Selatan, Endang Triwahyuningsih, di Palembang, Rabu (12/6/2019) menyampaikan, masih lesunya harga komoditi sektor perkebunan seperti karet dan kelapa sawit menjadi pemicu tingginya inflasi di daerah pedesaan dan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Daerah
“Masih lesunya harga komoditi sektor perkebunan seperti karet dan kelapa sawit menjadi pemicu tingginya inflasi di daerah pedesaan dan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Daerah,” ujar Endang Triwahyuningsih.
Inflasi perdesaan di Sumatera Selatan pada bulan Mei 2019 tercatat sebesar 1,02 persen yang disebabkan oleh naiknya indeks pada semua kelompok, masing-masing naik sebesar : bahan makanan 1,84 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,30 persen, perumahan 0,14 persen.
Sementara untuk sandang mengalami kenaikan 0,87 persen, kesehatan 0,18 persen, pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,08 persen dan transportasi dan komunikasi 0,34 persen.
Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Sumatera Selatan untuk periode yang sama sebesar 98,92 atau turun sebesar 0,47 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya. (adi)











