Muarabeliti, Sumselupdate.com – Minimnya fasilitas keamanan serta petugas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Musi Rawas (Mura), dikhawatirkan dapat berdampak buruk terhadap upaya meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan, terutama yang ditimbulkan dari narapidana yang mendiami lapas tersebut.
Kepala Lapas Narkotika Kelas II A Mura, Sri Yuwono mengungkapkan, selain kekurangan fasilitas keamanan, terutama kamera CCTV yang semestinya ada di sejumlah sudut bangunan, lembaga ini juga diakuinya mengalami kekurangan petugas yang jumlahnya masih sangat sedikit.
“CCTV malah benar-benar tidak ada di Lapas ini, termasuk petugas yang mengawasi narapidana yang ada kekurangan. Kalau dari jumlah petugas, gambarannya yakni 5 orang petugas setiap harinya harus menjaga 350 orang, padahal dengan jumlah narapidana sebanyak itu, idealnya yang menjaga sebanyak 13 petugas,” ungkapnya.
Dia berharap, kedepan ada sikap proaktif dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, guna memenuhi fasilitas yang dirasa kurang, sebab dapat meringankan beban petugas dalam menjalankan upaya pengamanan.
“Kita sudah sampaikan hal ini ke Bupati Mura, agar nanti bisa ditindaklanjuti. Ini upaya kita, agar nanti mudah dalam melakukan pengawasan,” katanya.
Disinggung mengenai proses Lapas dalam mendidik narapidana, pihaknya selama ini telah menyediakan blok rehap dan memberikan sejumlah pelatihan keterampilan kepada penghuni lapas.
“Kalau yang benar-benar akut dalam ketergantungan narkoba, kami telah menyediakan blok rehab atau dinamakan disini blok darah. Jadi, ini upaya kita memisahkan antara narapidana yang sudah terlepas dari kecanduan dengan yang kondisinya masih parah. Kita juga menyiapkan fasilitas kesehatan lengkap, agar narapidana bisa selalu terjaga kesehatannya,” ungkapnya. (Ain)











