Lubuklinggau, Sumselupdate.com – Sekitar satu hektar lahan kering di area Petanang Sport Center (PSC) terbakar, Kamis (15/8/2019) sekitar pukul 12.00 WIB. Empat unit mobil pemadam kebakaran dibantu kendaraan water canon milik Brimob B Pelopor Petanang dikerahkan untuk memadamkan tiga titik api.
Petugas gabungan dari Damkar, Kodim 0406 MLM, Polres Lubuklinggau, Brimob B Pelopor Petanang dan Polsek Lubuklinggau Utara akhirnya berhasil memadamkan api.
Dari ketiga titik api di lokasi itu yang mencolok yakni persis di bibir jalan lintas, seberang SMAN 3 Lubuklinggau. Akibat kebakaran di titik itu, akses lalu lintas di jalan itu sempat terganggu, karena asap dari kebakaran cukup pekat menganggu jarak pandang.
“Sekitar pukul 15.00 WIB api dapat dipadamkan dengan menurunkan empat mobil pemadam kebakaran ke lokasi,” kata Ali, Kasi Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Lubuklinggau.
Selain itu, proses pemadaman juga dibantu personel Brimob Petanang, Koramil dan Babinsa. Bahkan Dandim 0406 MLM Letkol Inf M A’an Setiawan juga sempat turun kelokasi. Proses pemadaman ditiga titik api diarea sekitar sport center tersebut juga menerjunkan satu unit mobil water canon milik Brimob Petanang.
“Dugaan belum bisa dipastikan. Kalau informasi warga disekitar ada orang gila yang sudah beberapa hari tidur dekat lokasi dan membakar. Tapi bisa juga diduga karena rokok, jadi kebakaran karena kemarau kan,” bebernya.
Sementara itu Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Lubuklinggau mencatat sejak seminggu terakhir sudah enam kali kejadian kebakaran. Dari jumlah kebakaran tersebut, paling banyak merupakan kebakaran lahan kering.
“Penyebab rata-rata kita belum tahu, tahu-tahun laporan warga api besar. Karena kita takutnya lahan dekat dengan pemukiman. Kebakaran lahan kering pinggir jalan yang banyak,” jelasnya.
Sehari sebelumnya Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono bersama personel tim patroli Rajawali Polres Lubuklinggau melakukan patroli antisipasi karhutla. Patroli mengambil rute jalan Lingkar Selatan, Jukung sampai ke Polsek Lubuklinggau Selatan.
AKBP Dwi dalam kesempatan itu mengatakan di musim kemarau saat ini sangat berpotensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. “Kita berkaca mata dari daerah lain yang telah terjadi kebakaran, walau wilayah kota lubuklinggau ini, hutan dan lahannya tidak sebanyak kabupaten lain,” katanya kepada wartawan.
Meski begitu, pihaknya tidak ingin kecolongan dan harus mencegahnya sejak dini. “Pada saat patroli juga menyambangi para petani dan penduduk di area perkebunan untuk mengingatkan agar tidak membakar hutan maupun lahan,” terangnya.
Dwi menambahkan, budaya masyarakat membuka lahan baru pada saat musim kemarau dengan cara membakar harus dicegah. “Ngak boleh begitu, membakar lahan dapat berpotensi terjadi kebakaran yang lebih besar, ini harus menjadi perhatian kita bersama, Kami terus mengedukasi masyarakat untuk tidak membakar lahan,” pungkasnya. (and)











