Palembang, Sumselupdate.com – Karena sering terjadi bentrok antar suporter usai pertandingan Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabring, Palembang, membuat pihak kepolisian geram. Pertandingan tanpa dihadiri penonton hingga pembekuan suporter pun terancam dilakukan untuk mengantisipasinya.
“Penyebabnya banyak, bisa karena jiwa muda atau ejek-mengejek dan lain-lain,” kata Kapolresta Palembang Kombes Tommy Aria Dwianto, Selasa (18/10/2016).
Dikatakan Tommy, ajang pertandingan Sriwijaya FC saat menjadi tuan rumah kerap dijadikan para suporter sebagai tempat balas dendam dan saling ejek yang berakhir dengan kerusuhan di luar stadion. Terbaru, bentrokan terjadi yang menyebabkan seorang suporter tewas.
Bahkan, sambungnya, Polresta Palembang selalu menurunkan ratusan personel setiap pertandingan untuk mengantisipasi ancaman dari dalam maupun luar stadion. Hanya saja, bentrokan tetap saja terjadi dan pelakunya memilih di tempat yang sepi serta jauh dari jangkauan anggota.
“Bentrokan kemarin di luar kemampuan kita, sudah diantisipasi ternyata masih terjadi,” ungkapnya.
Untuk itu, menurut dia, agar kejadian itu tidak lagi terulang, pihaknya akan memanggil koordinator lapangan setiap kelompok suporter Sriwijaya FC. Dimana koordinator lapangan bertanggungjawab terhadap anggotanya dan turut mencegah terjadinya kerusuhan.
“Jadi bisa saja bertanding tanpa penonton atau pembekuan suporter. Kita masih menimbang situasi dan koordinasi dengan manajemen Sriwijaya FC,” tutupnya. (man)











