Kue Putu Tetap Eksis di Era Globalisasi

Sabtu, 19 Maret 2016
Surya terlihat asyik masyuk melayani pembeli kue putunya di Kota Lubuklinggau.

Lubuklinggau, Sumselupdate.com -Sedari dulu kue putu tetap di hati masyarakat Indonesia, khususnya Kota Lubuklinggau. Kue berbahan utama tepung beras seolah tak tergeser di zaman globalisasi dan teknologi canggih.

Adalah Surya (45), salah seorang penjual kue putu yang sengaja merantau dari Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah ke Bumi Sebiduk Semare mengatakan, setiap hari dia dapat menjual sekitar 3 kilogram kue putu.

Bacaan Lainnya

“Tiga kue putuh saya jual dua ribu rupiah, rata-rata perhari pendapatan kotor saya perhari sekitar Rp200-Rp300 ribu,” ungkapnya.

Dia mengatakan, masyarakat peminat kue berasa pandan dan gula merah serta ditaburi parutan kelapa ini masih banyak sampai sekarang. “Tak lekang oleh zaman, masih banyak mau beli kue putu. Tapi kalau hujan agak susah juga jualannya,” katanya.

Sementara itu, seorang penikmat kue putu, Dwi (29), warga Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Utara I mengaku, sejak kecil dia menyukai kue putu. Hampir setiap penjual kue putu lewat dia sempatkan untuk membelinya. “Rasanya enak, anak dan suami saya juga suka,” pungkasnya. (and)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.