Kuasa Hukum Rusman Nilai Keterangan Saksi Untungkan Kliennya

kuasa hukum terdakwa Rusman, Lisa, SH, MH, dan Arif, SH, MH

Palembang, Sumselupdate.com –  Sidang dugaan korupsi pembangunan RS Kusta, kembali jalani sidang, kali ini JPU Kejati Sumsel, menghadirkan langsung saksi di hadapan majelis hakim yang diketahui hakim Sahlan Effendi SH MH, di PN Tipikor Palembang, Selasa (21/12/2021).

Adapun saksi yang dihadirkan JPU, yakni Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Sumsel, Ir Sastra Suganda sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan RS Kusta.

Saksi Sastra Suganda juga saksi terkait dirinya sebagai direktur PT Karya Tama Syafira subkontraktor PT Falcon pengerjaan tiang pancang turap milik salah satu terdakwa Junaidi.

Diakui saksi Ir Sastra Suganda, bahwa dalam pengerjaan proyek pembangunan Turap RS Kusta, PT Falcon secara administrasi mengerjakan proyek, sementara PT Karya Tama Syafira ikut men-support proyek tersebut, dan itu adalah hal yang biasa dalam pengerjaan suatu proyek.

Sementara terkait, adanya keterlambatan pelaksanaan pengerjaan proyek urap RS Kusta selama hampir dua bulan, ia juga mengakui hal itu, dikarenakan keterlambatan serah terima dari pihak PPK, hingga akhirnya proyek pengerjaan itu ujung bulan Oktober.

“Selain masalah waktu pengerjaan, juga terkendala panjangnya site pile atau tiang pancang yang digunakan tidak umum dipakai tidak umum, sehingga proses pengangkutan tiang pancang tersebut memakan waktu,” ujarnya.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa Rusman, Lisa, SH, MH, dan Arif, SH, MH, mengatakan, bahwa dari keterangan saksi yang hadir semuanya menguntungkan bagi klien kami, klien kami ini tidak ada tindak pidananya, semuanya kesalahan administrasi saja.

“Bahkan klien kami tidak mengenal Sastra Suganda selaku Dirut PT Karya Tama Saviera,” tutupnya. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.