Kualitas Udara Palembang Memburuk Lagi Dini Hari, Dua Wilayah Masuk Level Berbahaya

Writer: - Kamis, 24 September 2026
Kualitas udara Palembang kembali memburuk pada Kamis (24/9/2026) dini hari, dengan sejumlah wilayah masuk kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya berdasarkan pemantauan kualitas udara. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Kualitas udara di Kota Palembang kembali memburuk pada Kamis (24/9/2026) dini hari. Konsentrasi polutan di sejumlah wilayah meningkat hingga masuk kategori sangat tidak sehat, bahkan dua wilayah tercatat berada pada level berbahaya.

Berdasarkan pemantauan aplikasi IQAir sekitar pukul 05.00 WIB, kualitas udara di sejumlah titik Palembang menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan.

Read More

Kecamatan Sukarami tercatat berada pada level sangat tidak sehat dengan angka 204, sedangkan kawasan Demang mencapai 290 atau masih dalam kategori sangat tidak sehat.

Sementara itu, dua wilayah tercatat masuk kategori berbahaya. Kawasan Musi 2 mencapai angka 333, sedangkan kawasan GP Plm mencatat angka lebih tinggi, yakni 425.

Pada saat pemantauan, Palembang juga berada di peringkat kedua sebagai kota dengan kualitas udara terburuk dalam daftar IQAir.

Kondisi memburuk tersebut sudah terlihat sejak tengah malam. Grafik pemantauan kualitas udara menunjukkan peningkatan konsentrasi partikulat hingga berada pada zona tidak sehat dan sangat tidak sehat.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, mengatakan kondisi kualitas udara di Palembang masih perlu diwaspadai.

“Berdasarkan kategori kualitas udara, kondisi tersebut sangat tidak sehat,” ujar Wandayantolis.

Menurut dia, pola kualitas udara secara harian masih relatif sama dengan hari-hari sebelumnya, yakni berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Namun, kondisi tersebut tidak berarti seluruh wilayah berada pada kategori berbahaya.

“Masih sama grafik secara hariannya dengan hari-hari sebelumnya, kualitas udara masih dalam kategori tidak sehat dan sangat tidak sehat. Namun, kini tidak lagi berstatus berbahaya,” katanya.

Meski demikian, tingginya konsentrasi partikel halus di udara tetap berpotensi memberikan dampak terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.

“Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya ketika kondisi udara masih berada pada kategori tidak sehat. Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan juga disarankan menggunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikulat,” terangnya.

Selain itu, warga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memperburuk kualitas udara, termasuk membakar sampah maupun melakukan pembakaran terbuka.

Kondisi kualitas udara Palembang tersebut masih perlu dipantau karena perubahan konsentrasi polutan dapat terjadi dalam waktu singkat, terutama pada dini hari hingga pagi ketika kondisi atmosfer tertentu dapat membuat polutan bertahan lebih dekat dengan permukaan.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts