Baturaja, Sumselupdate. com – Hari ini, Sabtu, 20 Januari hingga 18 Februari 2018 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) untuk data pemilih hasil sinkronisasi dengan daftar penduduk pemilih potensial pemilu (DP4).
Ketua KPU OKU, Naning Wijaya, menyebutkan bahwa coklit tersebut akan dilakukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dengan mendatangi dari rumah ke rumah (door to door). Petugas PPDP akan didampingi oleh komisoner KPU, PPK, dan PPS.
Seluruh komisioner KPU, baik di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten akan turun langsung ke lapangan untuk bersama-sama Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan PPDP melakukan coklit.
Kenapa mesti door to dor, jelas Naning, karena nanti akan ada stiker yang mau ditempelkan di tiap kediaman KK yang didatangi.
Saat turun ke lapangan melakukan coklit, petugas tentu akan menggunakan atribut KPU.
“Tak hanya PPK dan PPS yang mendampingi, kami juga (komisioner –red) ikut men-coklit. Masing-masing dari kami mencoklit lima rumah,” ungkap Naning, Sabtu (20/1/2018).
Dijelaskannya sesuai edaran KPU pusat hari ini jajaran KPU sampai ke PPDP melaksanakan coklit serentak,
Kabupaten OKU ada 714 PPDP yang tersebar di 157 Desa/ Kelurahan di 13 Kecamatan melakukan coklit.
Pelaksanaan coklit serentak ini kata Naning ada beberapa unsur yang wajib di coklit, di antaranya unsur pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda. “Yang lebih di utamakan juga adalah unsur disabilitas,” ujarnya.
Pada kegiatan coklit serentak pihaknya bersama Panwaslu, PPK, Panwascam Kecamatan Baturaja Timur, dan PPS mendampingi PPDP mendata Bupati dan Wakil Bupati OKU.
Sementara itu, terpisah di Kecamatan Peninjauan sebelum pelaksanaan coklit serentak, PPS dan PPDP melaksanakan apel persiapan yang dilaksanakan di masing-masing desa.
“Kecamatan Peninjauan tidak ada apel gabungan mengingat jarak desa ke ibukota kecamatan sangat jauh, PPK bagi tugas di wilayah binaan masing-masing mendampingi PPS dan PPDP melaksanakan apel dan coklit bersama,” kata Ketua PPK Peninjauan Rudi Hartono.
Diakuinya, dia memimpin apel bersama PPS Desa Kepayang yang dilanjutkan mendata bersama PPS dan PPDP.
“Selanjutnya aggota PPK juga akan terus safari ke 16 desa monitoring dan mendampingi petugas di lapangan, untuk memastikan jangan sampai ada warga yang memiliki hak pilih tidak terdata,” terangnya.
Dalam pemutakhiran data pemilih ini, pihaknya menargetkan akan selesai tepat waktu. “Insya Allah sebelum 18 Februari pemutakhiran data pemilih ini akan selesai,” tegasnya.
Naning juga mengimbau agar para PPDP dapat melaksanakan tugasnya secara benar dan sungguh-sungguh.
Karena tentu, di sana juga akan didapati penambahan dan pengurangan data pemilih.
Nah, bagi masyarakat yang nanti rumahnya ternyata tidak didatangi oleh PPDP, dipersilahkan melaporkannya kepada penyelenggara Pemilu di tingkatan mana pun. Bisa ke PPS, PPK, KPU ataupun ke Panwas.
“Ya, silahkan laporkan ke penyelenggara kalau PPDP-nya tidak datang ke rumah. Karena kita akan memberhentikan petugasnya terbukti tidak bekerja,” pungkasnya.(wid)











