Kuala Lumpur, Sumselupdate.com – Anggota KPU dan Bawaslu RI yang ditugaskan menyelidiki surat suara tercoblos di Malaysia gagal melihat surat suara. Lokasi penemuan surat suara tercoblos itu digaris polisi oleh kepolisian Malaysia.
Anggota yang hendak melihat surat suara ialah komisioner KPU Hasyim Asy’ari dan Ilham Saputra serta anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo. Rombongan yang berangkat bersama-sama dari KBRI Kuala Lumpur tersebut tidak berhasil melihat karung-karung surat suara di lantai dua karena lokasi rumah tempat menyimpan surat suara diberi garis batas polisi dan pintunya ditutup.
Hasyim Asy’ari ketika ditemui setelah bertemu dengan Dubes Rusdi Kirana mengatakan pihaknya tidak bisa masuk ke lokasi, baik di Kajang maupun di Bangi, karena lokasinya diberi police line.
Sementara itu, anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo mengatakan pihaknya perlu melihat langsung surat suara tercoblos itu karena untuk memastikan kebenarannya.
“Informasinya ada tiga jenis tas, yakni hitam, putih, dan cokelat. Kita mau lihat isinya apa. Kedua, apakah isinya memang surat suara pos yang diproduksi KPU. Ini akan menjadi fakta penting bagi kami penyelenggara apa yang harus dilakukan dengan adanya peristiwa ini. Kita harus menjaga kepercayaan publik terhadap pemilu,” jelas Retno.
Dia akan melakukan diskusi dengan KPU RI mengenai kondisi lokasi surat suara yang tak bisa dimasuki rombongannya. Mengenai pencoblosan ulang, Retno menambahkan, hal itu juga akan segera didiskusikan.
“Nanti kita diskusikan dengan KPU karena setiap keputusan harus ada argumentasi. Penundaan pemilu, kalau dilanjutkan bisa menimbulkan ketidakpercayaan publik. Terhadap proses lain, silakan berjalan dan tidak ada masalah. Proses lain yang jalan sudah sesuai dengan aturan,” ujar Retno.(dtc/adm5)











