Korban Penganiayaan Protes, Sebut Terdakwa Disidang Bukan Pelaku

Ivan Lani, pengurus pasar 26 Ilir Soak Bato, korban penganiayaan pada 17 Agustus 2021, membantah jika terdakwa yang dihadirkan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang adalah orang yang mengeroyoknya saat itu.

Laporan: Diaz Erlangga

Palembang, Sumselupdate.com – Ivan Lani, pengurus pasar 26 Ilir Soak Bato, korban penganiayaan pada 17 Agustus 2021, membantah jika terdakwa yang dihadirkan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang adalah orang yang mengeroyoknya saat itu.

Read More

Saat persidangan, Ivan Lani yang hadir menyatakan keberatan dihadapan majelis hakim, pasalnya terdakwa dalam kasus ini bukanlah orang yang sudah menganiaya dirinya.

“Saya tidak kenal sama dia (terdakwa). Saya juga tidak pernah sebut nama dia sebagai orang yang menganiaya saya. Tapi kenapa dia yang jadi terdakwa,” tegas Ivan Lani saat ditemui setelah persidangan, Rabu (24/11/2021).

Diketahui, Ivan Lani adalah salah seorang pengurus Pasar 26 Ilir Soak Bato, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang yang menjadi korban pengeroyokan pada 17 Agustus 2021 lalu.

Atas hal tersebut, polisi meringkus  Iwansyah alias Amek (32) yang disebut menjadi salah satu pelaku pengeroyokan terhadap Ivan Lani.

Kini kasus tersebut telah masuk ditahap persidangan dan memasuki agenda mendengar keterangan korban. Namun Ivan yang merupakan korban dalam kasus ini merasa tidak puas, dengan menyangkal Amek bukan sebagai pelaku, lantaran  meyakini beberapa orang yang sudah menganiaya dirinya adalah CP, HN, UL dan AK.

Protes ini langsung disampaikan Ivan bersama keluarganya, sesaat setelah hakim mengetok palu tanda persidangan ditunda untuk agenda selanjutnya.

“Saya ingat yang mengeroyok waktu itu ramai, sekitar 10 orang. Tapi diantara mereka ada 4 orang yang saya tahu. Cupang, Hendri, Ulung, Aik. Nah masalahnya, kenapa yang muncul bukan diantara mereka yang mengeroyok saya. Justru orang yang saya tidak kenal dia jadi terdakwa,” ucapnya.

Ivan menjelaskan, pengeroyokan yang dialaminya lantaran terjadi ketika dia sedang menagih uang retribusi meliputi keamanan dan kebersihan Pasar 26 ilir Palembang.

“Penyebab aksi pengeroyokan itu saya tidak tahu. Tapi yang jelas, saat kejadian itu saya sedang menjalankan tugas menagih uang retribusi pasar. Uang kebersihan dan pengamanan. Memang tugas saya itu jelas. Ada perintah melalui surat yang ditandatangani kepala pasar,” ucapnya.

Ivan sangat berharap pelaku pengeroyokan terhadapnya bisa segera ditahan dan menjalani proses hukum.

“Kami sudah sampaikan ke majelis bahwa kami tidak tahu siapa Amek itu. Harapan saya semoga semuanya segera ditangkap,” ucapnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.