Konsumsi Jajanan di Sekolah, Siswa di Lahat Menderita Keracunan

Rabu, 9 Januari 2019
Siswa korban keracunan mendapat perawatan.

Muaraenim, Sumselupdate.com – Sebanyak delapan orang siswa kelas IV dan V SD Negeri 6 di Desa Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat mengalami keracunan makanan diduga setelah menyantap makanan jajanan sagon yang dijual salah seorang pedagang di sekolah tersebut.

Peristiwa yang membuat para guru maupun wali murid panik itu, terjadi pada Rabu (9/1/2019) sekitar pukul 9.00 saat siswa sedang mengikuti proses belajar mengajar di dalam ruang kelas.

Read More

Beruntung, para guru cepat mengambil tindakan dengan membawa para siswa yang mengalami keracunan ke Puskesmas Pembantu Muara Lawai dan selanjutnya dirujuk ke RSU dr HM Rabain Muaraenim.

Para siswa mengalami kepala pusing, perut mual dan muntah-muntah setelah menyantap jajanan bernama Kue Koya Hikmah yang dijual seorang pedagang seharga Rp500 per buah tersebut. Pada bungkus makanan itu tertulis dengan jelas di produksi di Ciamis-Jawa Barat.

Ziorinaldi, siswa kelas IV yang menjadi salah satu korban ketika dibincangi media di ruang perawatan RSUD dr HM Rabain Muaraenim mengatakan, kejadian itu bermula pada jam istirahat pertama sekitar pukul 9.00.

Dia dan temannya yang lain membeli ice cream yang dijual pedagang di sekolah. Setelah makan ice cream, ia juga membeli sagon kue koya yang dijual pedagang.

Setelah makan jajanan tersebut, jam istirahat berakhir dan mereka masuk ke dalam kelas untuk mengikuti pelajaran. Ketika di dalam kelas, ia merasakan pusing, perut mual dan muntah-muntah.

Hal senada juga dijelaskan Herlina, salah seorang guru yang membawa siswa keracunan ke RSUD dr HM Rabain Muaraenim. “Siswa ini diduga keracunan makanan kue tepung sagon yang dibeli dari pedagang di sekolah,” jelasnya.

Kejadian keracunan makanan itu juga mendapatkan perhatian dari Dinas Kesehatan Muaraenim yang datang ke RSUD dr HM Rabain Muaraenim untuk melakukan pengecekan.

Namun karena lokasi kejadian di Lahat, maka petugas Dinas Kesehatan Muaraenim melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Lahat dan Puskesmas Pembantu Kecamatan Merapi Timur.

Tak lama kemudian, petugas Puskesmas Pembantu Kecamatan Merapi Timur tiba di rumah sakit. “Kita melakukan pengecekan dengan mengambil sampel muntah para siswa dan akan dibawa ke Laboratorium Dinas Kesehatan Lahat untuk diperiksa guna memastikan penyebab keracunan,” jelas Novilia, petugas Puskesmas Pembantu Merapi Timur.

Terpisah, Kapolsek Merapi Timur AKP Herly ketika dikonfirmasi telah memerintahkan anggotanya untuk melakukan pengecekan ke lapangan terkait kasus keracunan makanan tersebut. “Anggota sudah saya minta ke lapangan, kita menunggu hasil penyelidikan,” jelas Herli. (azw)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts