Komisi X DPR: Kehadiran Perguruan Tinggi Luar Negeri Harus Ada Regulasi yang Jelas

Writer: - Senin, 2 Februari 2026
Anggota Komisi X DPR RI, Muhammad Hilman Mufidi. (Sumselupdate.com/Istimewa)

Jakarta, Sumselupdate.com – Anggota Komisi X DPR RI, Muhammad Hilman Mufidi, merespons rencana Presiden Prabowo Subianto untuk memboyong 10 universitas asal Inggris membuka kampus di Indonesia.

Niat Presiden patut diapresiasi karena berangkat dari semangat memajukan kualitas pendidikan nasional.

Read More

“Secara prinsip, niat Presiden tentu sangat baik, yakni untuk meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan di Indonesia,” ujar Muhammad Hilman Mufidi yang akrab disapa Gus Hilman do Jakarta, Senin (2/2/2026).

Namun demikian, Gus Hilman menegaskan program tersebut harus dibarengi dengan regulasi yang kuat, jelas, dan adil. Dia mengingatkan agar kehadiran perguruan tinggi luar negeri tidak justru menjadi pesaing yang mematikan kampus dalam negeri, khususnya perguruan tinggi swasta (PTS).

“Regulasi harus disiapkan dengan matang. Jangan sampai kampus asing hadir tanpa aturan yang jelas, lalu mengambil ceruk mahasiswa yang selama ini menjadi napas hidup perguruan tinggi nasional, terutama PTS,” tegasnya.

Baca juga : Komisi X DPR RI Dukung Penuh Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026

Gus Hilman mengungkapkan, saat ini banyak perguruan tinggi swasta yang berada dalam kondisi sulit. Tidak sedikit PTS yang berjuang keras untuk mendapatkan mahasiswa baru di tengah persaingan yang semakin ketat.

“Kita harus jujur melihat kondisi di lapangan. Banyak kampus swasta yang mati-matian mencari mahasiswa, bahkan kesulitan memenuhi kuota,” katanya.

Menurut Gus Hilman, salah satu faktor yang memperberat kondisi PTS adalah kebijakan perguruan tinggi negeri (PTN) yang membuka kampus di berbagai daerah serta menetapkan kuota penerimaan mahasiswa dalam jumlah besar.

Baca juga : Komisi III DPR Minta Polisi Usut Tuntas Bahar bin Smith Dalam Kasus Penganiayaan Banser

“PTN membuka kampus di daerah-daerah dengan kuota yang sangat besar. Akibatnya, banyak calon mahasiswa tersedot ke kampus negeri, dan ini berdampak langsung pada keberlangsungan kampus swasta,” jelasnya.

Karena itu, dia meminta pemerintah memastikan kebijakan menghadirkan kampus asing bersifat komplementer, bukan kompetitif secara destruktif.

“Jangan sampai niat baik memajukan pendidikan justru menimbulkan ketimpangan baru dan mengorbankan perguruan tinggi nasional yang selama ini juga berkontribusi besar bagi pendidikan bangsa,” tegas Gus Hilman. (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts