Komisi VII DPR RI Apresiasi Sekolah Pariwisata Swasta

Writer: - Rabu, 11 Februari 2026
Anggota Komisi VII DPR RI Bane Raja Manalu. (Sumselupdate.com/Istimewa)

Batam, Sumselupdate.com – Anggota Komisi VII DPR RI Bane Raja Manalu mengapresiasi kualitas pendidikan dan tata kelola Batam Tourism Polytechnic yang mampu menyiapkan lulusan siap kerja serta relevan dengan kebutuhan industri pariwisata.

Penilaian tersebut didasarkan pada kinerja institusi yang unggul dari sisi fasilitas, kurikulum, hingga keterhubungan dengan dunia usaha dan industri atau biasa disebut sebagai co-creation curriculum.

Read More

“Dari yang kami lihat, ini luar biasa. Fasilitasnya sangat baik, kurikulumnya juga mampu menyesuaikan dengan kebutuhan industri. Ini praktik yang sangat bagus dan patut dipelajari,” ujar Bane di Batam Tourism Polytechnic, Kota Batam, Kepulauan Riau, Selasa (10/02/2026).

Dia menegaskan, tidak ada salah jika Kementerian Pariwisata maupun politeknik pariwisata yang dikelola pemerintah belajar dari praktik yang diterapkan lembaga pendidikan swasta.

Menurut Bane, tujuan utama pendirian lembaga pendidikan adalah memastikan lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi terserap dunia industri. Bane juga menyoroti keberhasilan politeknik tersebut dalam menjamin zero unemployment bagi lulusannya.

Baca juga : BAM DPR RI Sebut Revitalisasi Infrastruktur Demi Masa Depan Cilacap

Meski biaya pendidikan tergolong tinggi, jelasnya, hal itu dinilai sebagai investasi yang sepadan karena seluruh lulusan dipastikan memiliki keterampilan yang dibutuhkan industri dan langsung bekerja setelah lulus.

Dikatakan, sekitar 60 persen lulusan terserap di dalam negeri, sementara sisanya bekerja di berbagai negara. Capaian ini lsnjut Bane, jauh lebih baik dibandingkan tingkat serapan lulusan politeknik pariwisata yang berada di bawah Kementerian Pariwisata, yang saat ini masih berkisar maksimal 60 persen.

“Ini yang harus dipelajari. Tidak perlu malu belajar dari swasta. Mereka berhasil karena memiliki jejaring industri yang kuat dan kurikulum yang selalu disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha,” tegas politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Baca juga : BAM DPR RI Sebut Revitalisasi Infrastruktur Demi Masa Depan Cilacap

Bane mengingatkan pentingnya pembaruan kurikulum secara berkala agar tidak tertinggal dari dinamika industri pariwisata yang terus berkembang. Lembaga pendidikan pariwisata harus responsif terhadap perubahan agar lulusan yang dihasilkan tetap relevan dan kompetitif.

“Industri pariwisata sangat dinamis. Jangan sampai kebutuhan industri sudah jauh berkembang, tapi yang diajarkan masih kurikulum lama. Penyesuaian ini menjadi kunci,” tutur Bane. (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts