Jakarta, Sumselupdate. com-Komisi VII DPR RI mendukung penuh pengembangan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) di Sumatera Utara, seperti PLTA Sigura-gura, PLTA Tangga dan PLTA Asahan. Keberadaan PLTA akan mendukung pemenuhan kebutuhan listrik rumah tangga maupun industri.
“Kita melihat sendiri dengan kekayaan alam di Indonesia, kita bisa menjalankan green energy mencukupi kebutuhan listrik. Salah satu dengan mengembangkan PLTA (pembangkit listrik tenaga air). Seperti PLTA t
Sigura-gura,” ujar Ketua Komisi VII DPR RI, Donny Oekon dalam kunjungan kerja Reses Komisi VII DPR ke Sumatera Utara, Jumat (14/7/2023).
Dikatakan, PLTA tersebut selain mencukupi kebutuhan listrik masyarakat, juga bisa memenuhi kebutuhan listrik industri. Salah satunya PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM Persero), yang notabene merupakan BUMN yang memproduksi aluminium.
Pabrik Inalum berada di Kuala Tanjung, Provinsi Sumatera Utara ini menghasilkan produk mulai dari aluminium ingot, billet, sampai alloy. Untuk menghasilkan produk tersebut, sejak Tahun 1982, INALUM mengutamakan sumber energi bersih dengan mengandalkan energi terbarukan dari 2 Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), yakni PLTA Siguragura dan PLTA Tangga di Paritohan. PLTA tersebutlah yang memasok listrik ke pabrik peleburan aluminium PT INALUM.
“Dengan penggunaan PLTA yang merupakan energi bersih, ini sejalan dengan Target Net zero emission tahun 2060 yang dicita-citakan Pemerintah. Sementara itu bagi Inalum, PLTA bisa menambah pemenuhan kebutuhan listrik dalam proses produksinya. Oleh karena itu tentu kami akan terus mendukung pengembangan PLTA Asahan dan PLTA lain,”kata Donny.
Dia berharap dengan mengembangkan PLTA, maka produksi aluminium dari BUMN yang tergabung dalam Mind.Id tersebut dapat meningkat. Hingga bisa memenuhi kebutuhan alumunium dalam negeri, bahkan ekspor ke depan.
Dalam kunjungan kerja Komisi VII DPR RI kali ini, Dony juga didampingi Anggota Komisi VII DPR RI seperti Lamhot Sinaga, Mercy C. Barends, Bambang Patijaya, Bambang Hermanto, Ramson Siagian, Katherine A. oendoen, Abdul Kadir Karding, M. Nasir, Hendrik Sitompul,Tifatul Sembiring, Mulyanto dan Nasril Bahar. (duk)











