Ketegangan Memuncak di Selat Hormuz, IRGC Klaim Usir Kapal Perang AS dan Buka Jalur Baru ‘Koridor Larak’

Writer: - Senin, 20 April 2026
Fakta Selat Hormuz, Senjata Strategis Iran yang Bikin Amerika Ketar-ketir. [Instagram]

Teheran, Sumselupdate.com — Ketegangan di kawasan Teluk Oman dan Selat Hormuz kembali meningkat. Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan memaksa pasukan Amerika Serikat (AS) mundur setelah terjadi insiden penembakan terhadap kapal dagang Iran, Minggu (19/4/2026).

Kantor berita semiresmi Iran, Mehr, melaporkan bahwa pasukan AS menembaki kapal dagang Iran di perairan dekat Teluk Oman. Tindakan tersebut disebut sebagai upaya memaksa kapal kembali ke perairan teritorial Iran, menyusul langkah Teheran memperketat kontrol atas Selat Hormuz.

Read More

Namun, IRGC mengklaim merespons cepat melalui unit Angkatan Lautnya yang segera dikerahkan untuk mengamankan kapal tersebut.

“Dengan kehadiran tepat waktu dan reaksi cepat dari unit Angkatan Laut IRGC dalam mendukung kapal Iran, pasukan AS terpaksa mundur dan meninggalkan area tersebut,” demikian pernyataan yang dikutip dari laporan tersebut.

Di sisi lain, Iran juga mengumumkan pembukaan jalur pelayaran baru di Selat Hormuz yang dinamakan “Koridor Larak” (Larak Corridor). Jalur ini disebut membentang dari bagian selatan Pulau Hormuz hingga selatan Pulau Larak.

Media pemerintah Iran, IRIB TV, melaporkan bahwa jalur tersebut hanya dapat digunakan dengan izin dari Angkatan Laut IRGC dan sepenuhnya berada dalam wilayah perairan Iran.

Iran diketahui telah memperketat pengawasan di Selat Hormuz sejak 28 Februari 2026, menyusul serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat ke wilayahnya. Situasi semakin memanas setelah AS memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal yang menuju dan meninggalkan Iran, pasca gagalnya perundingan damai di Islamabad.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, sempat menyatakan bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali sepenuhnya untuk pelayaran komersial selama masa gencatan senjata dua pekan yang dimulai pada 8 April 2026.

Namun, pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan keputusan terbaru Markas Pusat Khatam al-Anbiya yang kembali memberlakukan kontrol ketat terhadap selat strategis tersebut akibat berlanjutnya blokade Angkatan Laut AS.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia, yang menjadi penghubung utama distribusi energi global. Setiap eskalasi di kawasan ini berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan keamanan internasional.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts