Kepala BNN: Rp 250 Triliun Habis untuk Belanja Narkoba

Jumat, 22 Desember 2017
Kepala Badan Narkotika Nasional, Budi Waseso

Aceh Besar, Sumselupdate.com – Peredaran narkoba di Indonesia terus menjadi perhatian bagi pemerintah. Hal ini terlihat dari jumlah atau nilai transaksi penjualan narkoba yang mencapai Rp 250 triliun dalam satu tahun.

Kepala Badan Narkotika Nasional ( BNN) Komjen Pol Budi Waseso mengungkapkan, besaran nilai transaksi tersebut merupakan hasil survei yang dilakukan oleh BNN.

Read More

“Survei BNN, biaya belanja narkotika kurang lebih Rp 250 triliun dalam satu tahun dengan berbagai jenis dan macamnya. Makanya Presiden bilang darurat lawan narkoba,” ujar Budi saat acara penanaman perdana komoditi alternatif di bekas ladang ganja, di Lamteuba, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, Nagroe Aceh Darusalam, Kamis (21/12/2017).

Buwas sapaan akrab Kepala BNN itu menekankan, tingginya nilai transaksi penjualan narkoba setiap tahunnya tidak lagi bisa dianggap sepele, sebab narkoba memiliki dampak yang buruk bagi masa depan generasi muda.

Dengan demikian, pihaknya meminta kerja sama dan satu misi bersama kementerian dan lembaga terkait termasuk kepala daerah dalam hal pemberantasan korupsi.

Adapun, salah satu upaya yang tengah ditempuh BNN saat ini bekerja sama dengan Kementerian Pertanian membuat program alih fungsi lahan tanaman ganja menjadi tanaman pangan di Aceh Besar.

Menurut dia, selama ini lahan subur di Aceh dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk menanam ganja. “Lahan Aceh ini yang subur ini dimanfaatkan jaringan pemodal dari ganja itu sendiri, petani penanamnya tidak dapat apa apa,” sebutnya.

Selain itu, guna menekan peredaran narkoba di Indonesia tidak bisa hanya melalui penindakan hukum, akan tetapi harus dilihat akar permasalahannya, dalam hal ini tanaman ganja, yang perlu diperhatikan adalah kesejahteraan masyarakat sekitar ladang ganja di Aceh.

“Selaku BNN, tidak hanya melakukan penindakan, tapi menurunkan pangsa pasar. Karena di Aceh ini menghasilkan tanaman ganja. Kami harus tahu akar masalah ganja di Aceh ini,” kata dia.

Adapun, dalam program dengan Kementerian Pertanian, BNN akan melaksanakan alih fungsi ladang ganja seluas 1.000 hektare dengan tanaman pangan produktif, mulai dari jagung, kopi, pinang, hingga kelapa dalam. (adm3/kcm)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts