Palembang, Sumselupdate.com – Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK RI) menyebut remaja saat ini sudah ternina bobokan oleh media sosial yang difasilitasi teknologi telepon cerdas (smartphone).
Pasalnya, kontaminasi media sosial terhadap remaja membuat terdegradasinya budaya ideologi bangsa yang menghormati akan sosial, integritas dan gotong royong.
“Oleh karena itu, mari kita kembalikan ideologi bangsa kita yang berjiwa gotong royong dan sosial yang tinggi. Ini penting sekali, makanya Kemenko PMK sangat konsen dalam gerakan revolusi mental ini,” ujar Kepala Bidang Sejarah dan Warisan Dunia Kemenko PMK RI Ir Dohardo Pakpahan, Msi, saat dibincangi usai memberi materi pelajar SMA di Ballroom Hotel Daira Palembang, Kamis (9/8/2017).
Meskipun demikian, Dohardo mengakui derasnya perkembangan media sosial juga memberi dampak positif bagi masyarakat. Sehingga informasi cepat sampai. Hanya saja tantangannya adalah, informasi yang kurang benar, tak bertangung jawab serta menghancurkan ideologi bisa merongrong remaja lewat media sosial.
“Makanya, kita ajak remaja dan media harus untuk memberikan informasi yang benar. Karena jika media sosial bisa memberi edukasi maka dampaknya pun luar biasa baik bagi revolusi mental,” pungkasnya. (sbw)











