Palembang, Sumselupdate.com – Kewajiban bagi Ketua dan Sekretaris DPC Partai Demokrat se-Sumatera Selatan (Sumsel) untuk hadir pada Apel Siaga di Kantor DPD Partai Demokrat Sumsel di Jalan Kol H Barlian, Palembang, Jumat (12/3) ternyata tak juga dipatuhi.
Dari 17 DPC Partai Demokrat yang ada di Sumsel, beberapa Ketua DPC tidak hadir. Salah satunya, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Palembang yang juga Walikota Palembang, H Harnojoyo, SSos yang untuk kedua kalinya tidak menghadiri apel siaga.
Harnojoyo hanya diwakili Sekretaris dan Bendahara DPC Partai Demokrat Kota Palembang Anton Nurdin dan Zainal Abidin serta sejumlah pengurus DPC Partai Demokrat Palembang.
Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel, H Ishak Mekki langsung merespon hal tersebut.
Ishak mengaku akan memanggil secara pribadi kepada Ketua DPC Partai Demokrat Palembang sekaligus Walikota Palembang, H Harnojoyo guna mempertanyakan alasan ketidakhadirannya selama apel siaga membela Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari kubu KLB Demokrat di Sibolangit.
“Akan dipanggil khusus, selama dua kali pelaksanaan apel siaga tidak hadir. Dan selama ini tidak ada komunikasi dengan kita. Hanya diwakili Sekretaris Anton Nurdin dan Bendahara DPC Palembang Zainal Abidin. Kemungkinan DPP juga akan memanggilnya,” kata mantan Wagub Sumsel ini.
Menurut Ishak, siapa saja yang tidak hadir bakal dilaporkan ke DPP Partai Demokrat.
“Mereka yang tidak hadir apel siaga ini akan kita laporkan juga ke DPP. Apel siaga ini dilakukan DPD PD se-Indonesia,” ungkap Ishak.
Sementara itu, Sekretaris DPC Partai Demokrat Palembang, H Anton Nurdin di tempat yang sama buka suara terkait tidak hadirnya Harnojoyo pada apel siaga Partai Demokrat di Sumsel, Jumat (12/3) siang.
Meski tidak hadir, Anton Nurdin memastikan Partai Demokrat Palembang tegas menolak KLB Demokrat di Sibolangit.
“Karena ada kesibukan dari tugas pemerintahan. Saya kurang tahu beliau ada di mana, tugas dari kemarin dan hari ini belum sampai di sini, dan ada pesen beliau khusus yaitu tetap tegak lurus mendukung AHY,” katanya.
Ketika ditanya kenapa terjadi kontroversi atas ketidakhadiran seorang Harnojoyo dalam apel siaga ini, menurut Anton karena ada dua tokoh Partai Demokrat di Palembang yang sempat membidani Partai Demokrat.
“Makanya kalau kami menganggap, dua orang ini, orang lupa daratan, kayaknya tidak mau regenerasi, masih nak kepengen, sudahlah, yang sudah-sudah, kalau memang seorang kader membesarkan bukan membuat kisruh,” katanya. (bum)











