Kejahatan Konvensional di Muaraenim Turun Signifikan, Kasus Narkoba Justru Naik

Senin, 1 Januari 2018
Press rilis akhir tahun 2017 di Mapolres Muaraenim.

Muaraenim, Sumselupdate.com – Sepanjang 2017 angka kejahatan di wilayah Kabupaten Muaraenim mengalami penurunan signifikan dibanding 2016 lalu. Meski demikian, jumlah kasus narkoba mengalami lonjakan drastis.

Hal ini terungkap dalam kegiatan press release akhir tahun Polres Muaraenim yang digelar di Kantor Polres Muaraenim, Minggu (31/12). Press rilis dihadiri Kapolres Muaraenim AKPB Leo Andi Gunawan, Wakil Bupati Muaraenim H Nurul Aman dan Wakil Komandan Kodim 0404 Muaraenim, Irwanda.

Read More

Kapolres Muaraenim AKPB Leo Andi Gunawan mengatakan sepanjang tahun 2017 kasus yang ditangani berjumlah 732 kasus atau menurun 125 kasus sekitar 14,58 persen dari tahun 2016 lalu.

Adapun tindak kejahatan di wilayah Muaraenim masih didominasi kasus 3C yakni Curat, Curas dan Curanmor. “Tahun 2017 masih didominasi kasus 3C namun ada penurunan dari tahun lalu, jumlah persentasenya curat 34 persen, curas 31 persen, pemerasan 38 persen, serta kasus sajam 28 persen,” kata Leo.

Dikatakannya, tahun 2017 pihaknya juga mencatatkan kasus narkoba yang melonjak drastis yakni berjumlah 112 kasus dengan jumlah tersangka diamankan sebanyak 162 orang. Padahal di tahun 2016 lalu, kasus narkoba tercatat 66 kasus dengan 104 tersangka ditahan.

“Jumlah kasus narkoba naik 69 persen, jenis barang bukti yang paling banyak disita adalah shabu, meningkatnya kasus narkoba juga disebabkan makin maraknya peredaran di wilayah PALI,” ujarnya.

Leo menyebut kasus kejahatan terbanyak terjadi di wilayah kecamatan Muaraenim dengan total 183 kasus. Sementara wilayah kedua di Kecamatan Talang Ubi, PALI berjumlah 91 kasus dan ketiga di Kecamatan Rambang Dangku sebanyak 74 kasus.

Sedangkan terkait kasus paling menonjol di 2017, Leo memaparkan ada beberapa kasus yang berhasil ditangani jajaran Polres Muaraenim. Diantaranya kasus curanmor di 8 TKP dengan 1 tersangka tewas yakni Pariansyah (40) warga Desa Kepur Muaraenim.

Selanjutnya 4 kasus curas yakni di Desa Tambak Kecamatan Penukal Utara dengan tersangka tewas bernama Tomi (27). Kasus curas di Bank BRI Cabang Penukal Abab dengan 4 tersangka ditangkap dan perampokan nasabah Bank Sumsel Babel di Gelumbang dengan 4 tersangka diringkus.

“Tim Satnarkoba Polres Muaraenim juga berhasil membekuk jaringan narkoba wilayah PALI dan Air itam, dan penangkapan teroris baru-baru ini di wilayah Desa Lubay bersama Densus 88 Polda Sumatera Selatan,” paparnya.

Leo menambahkan, menghadapi 2018, Polres Muaraenim dihadapkan sejumlah agenda penting yang penyelenggaraan nya tinggal beberapa bulan di Kota Palembang. Serta tak kalah pentingnya mengamankan jalannya pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Muaraenim pada Juni 2018 nanti.

“Selain itu kami masih menghadapi sejumlah permasalahan sosial lainnya yakni aktivitas tambang batubara ilegal dan angkutan batubara yang kerap menyebabkan kecelakaan dan kemacetan di sejumlah ruas jalan wilayah Muaraenim,” jelasnya.

Sementara Wakil Bupati Muaraenim H Nurul Aman mengapresiasi kinerja kepolisian Muaraenim yang berhasil menurunkan tindak kejahatan sepanjang 2017. Namun Nurul juga menyoroti masih tingginya kasus narkoba di wilayah Muaraenim.

“Tentu ini jadi perhatian bagi pemerintah, kita ingin seluruh lapisan masyarakat turut aktif menjaga suasana kamtibmas agar dapat membantu kepolisian menciptakan wilayah Muaraenim terus kondusif,” ucap Nurul.

Nurul juga berpesan masyarakat tetap waspada dari segala ancaman tindak kejahatan serta menjauhi bahaya peredaran narkoba. “Menghadapi tahun pemilu, masyarakat juga jangan sampai terpengaruh isu provokatif yang berujung terjadinya konflik,” pungkasnya.(azw)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts