Laporan Haris Widodo
Palembang, Sumselupdate.com – Bekerja di dunia malam mungkin sebagian berpandangan akan tampak terlihat gambira, seru-seruan, asyik, banyak uang dan lain sebagainya. Namun tidak bagi wanita asal Bandung, Provinsi Jawa Barat ini.
Wanita asal Kota Kembang itu sebut saja namanya Eneng (28). Mama muda yang sudah memiliki satu orang anak ini mencoba nasib di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.
Namun Eneng bukan hanya bekerja sebagai seorang karyawan di sebuah perusahaan, akan tetapi kesehariannya dia mencari peruntungan bekerja di tempat bordir di Jalan Teratai Putih atau warga Palembang mengenalnya sebagai Kampung Baru.
Empat bulan sudah ia menetap di Kota Pempek, sebelum dari pandemi Corona diumumkan pemerintah sampai dengan sekarang.
Kelamnya kehidupan malam, Eneng menceritakan kisahnya yang sungguh menyayat hati. Siapa sangka, profesi yang dipandang rendah di mata orang dengan ancaman segudang risiko kesehatan itu, ternyata hanya menghasilkan uang yang sangat tidak seberapa.
“Dari uang yang kita dapat dari tamu itukan Rp200 ribu kita dapat hanya Rp.30.000,” ujarnya kepada Sumselupdate.com, Senin (6/7/2020).
Menurut Eneng uang yang didapatnya sebesar Rp30 ribu adalah hasil bersih setelah dia menyetor kepada Mami (sebutan untuk muncikari-red) yang telah membawanya ke Palembang.
Eneng sendiri dataang ke Palembang menggunakan pesawat terbang dan dengan transportasi itu, akhirnya dia memiliki sebesar Rp1,6 juta. Lebih mengejutkannya lagi ia tak tahu sampai kapan utang itu akan terlunaskan.
Dikatakan Eneng, sejak virus Corona merebak di seluruh dunia dan termasuk di Palembang, pendapatannya merosot tajam. Blok-blok dan di ruas jalan di komplek prostitusi itu yang biasanya ramai oleh para PSK. Tapi, sekarang berubah sunyi seperti kota mati.
Menurut Eneng, adanya pandemi Corona ini memaksa protokol kesehatan harus diterapkan dengan menyediakan hand sanitizer untuk setiap pengunjung yang datang. (**)











