Kecamatan Talang Ubi PALI Masih Zona Merah

Ilustrasi Covid-19.

PALI, Sumselupdate.com –   Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19)masih terus berlanjut. Di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kecamatan Talang Ubi, masih belum beranjak dari zona merah dalam Covid-19.

Hal itu dikarenakan, kecamatan yang merupakan ibu kota dari kabupaten PALI ini, memiliki jumlah kasus terpapar Covid-19 dengan angka yang paling banyak dari kecamatan yang lain yang ada di Bumi Serepat Serasan. 

Bacaan Lainnya

Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten PALI, dr. Zamir Alvi membenarkan bahwa Kecamatan Talang Ubi, masih berstatus zona merah.

“Sudah lama ya, sejak jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten PALI melonjak, Kecamatan Talang Ubi lah yang banyak terkonfirmasi warganya yang terpapar Covid-19. Pertanggal 17 November (kemarin, red), Kecamatan Talang Ubi, memiliki jumlah kasus terpapar Covid-19 sebanyak 222 orang,” kata dr. Zamir, Selasa (17/11/2020).

Sementara untuk kecamatan yang lain, dr. Zamir mengatakan masih berstatus zona oranye dalam penyebaran covid-19.

“Ada 28 kasus Kecamatan Penukal Utara, 23 Kasus Kecamatan Penukal, 18 kasus Kecamatan Tanah Abang, dan 13 kasus Kecamatan Tanah Abang,” imbuhnya.

Lebih lanjut kepala PSC 119 Kabupaten PALI, itu juga mengungkapkan bahwa, per tanggal 17 November 2020, terjadi penambahan satu kasus Covid-19 di Kabupaten PALI.

“Ya, ada penambahan satu kasus positif Covid-19, pria 64 tahun asal Kecamatan Talang Ubi, Kelurahan Talang Ubi Utara. Jadi totalnya mencapai 304 kasus positif Covid-19. Dengan jumlah sembuh sebanyak 253 orang, kasus meninggal sebanyak 18 orang, dan 33 orang proses pemantauan,” tukasnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dengan cara menggunakan masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan.

“Dan jika pulang ke rumah sehabis kerja, sebaiknya mandi terlebih dahulu, baru berkumpul bersama keluarga. Serta tidak kalah penting untuk konsumsi makanan yang bergizi dan vitamin C,” pungkasnya. (adj)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.