Keberhasilan Penanggulangan Teroris Indonesia, Banyak Diapresiasi Negara lain

Rabu, 19 April 2017
Direktur Pencegahan Deputi I BNPT, Brigjen Pol Hamidin
Palembang, Sumselupdate.com – Upaya pencegahan dan keberhasilan terhadap penanggulangan Radikalisme dan Terorisme yang selama ini dilaksanakan di Indonesia mendapatkan apresiasi oleh banyak Negara di dunia.
Hal tersebut disampaikan Direktur Pencegahan Deputi I BNPT, Brigjen Pol Hamidin saat menghadiri workshop “Literasi Media sebagai Upaya Cegah dan Tangkal Radikalisme”, Rabu (19/4/2017).
“Kira-kira saya sebulan yang lalu di India di dalam suatu pertemuan ada beberapa negara yang hadir di India, mereka memberikan apresiasi kepada kita terhadap pencegahan terorisme. Juga tahun lalu ada, saya mengikuti seminar, para negara yang hadir di sana juga sangat mengapresiasi upaya pencegahan kita,” katanya.
Ia juga menuturkan kejadian-kejadian terorisme yang pernah terjadi di Indonesia seperti pasca bom di Bali ada 1.438 orang ditangkap kemudian masih banyak bom-bom yang ada di Bali
Kemudian untuk tahun 2016-2017 itu hanya 6 kasus terjadi itu pun hanya satu kasus bom di Jakarta tepatnya di Thamrin yang kemudian masif dan besar. Di antara rangkaian kasus-kasus tersebut ia mengatakan dapat terungkap bawah kualitas bom dari tahun ke tahun juga kian menurun, begitu juga kualitas mujahidinnya kita lihat dari satu sisi menurun
“Kalau kita lihat dulu dari JI, misalnya, betapa para pelaku teroris ini mereka mati di TKP jadi apa yang dari tujuan mereka adalah gol mereka kematian sebagai seorang syuhada itu yang diharapkan mereka, “ujarnya.
Lebih lanjut,  ia mengungkapkan bahwa sekarang ini teroris banyak keraguan-keraguan untuk mengebom di suatu tempat di wilayah Indonesia.
“Misalnya saja bom di Samarinda di gereja, teroris tersebut ragu-ragu untuk mengebom dan juga di Polresta solo ragu-ragu, artinya mereduksi radikalisme yang dilakukan Indonesia itu kita sukses jauh dari negara-negara yang lain.
Bukti lain bahwa upaya pencegahan Indonesia untuk menekan teroris, adalah ISIS tidak menunjuk Indonesia sebagai provinsi jauhnya, melainkan mereka lebih memilih ke Filipina.
Ia juga menjelaskan kenapa ISIS mengangap Filipina sebagai provinsi jauhnya, dikarenakan di Filipina teroris lebih kuat daripada aparatnya. Misalnya, dalam beberapa serangan ISIS berhasil menyerang penjara di suatu wilayah Filipina Selatan kemudian kelompok Mote berhasil mengeluarkan seluruh napi teroris. Kemudian dalam serangan berikutnya banyak sekali tentara menjadi korban teroris.
“Untuk itu ISIS menunjuk Filipina sebagai salah satu targetnya. Sementara Indonesia semua perencaan mereka hampir semua dibatalkan. Oleh karena itu untuk aspek pencegahan di Indonesia cukup sukses, indikatornya adalah dari aspek kuantitatif dan kualitatif teror di Indonesia menurun jauh, ” tandasnya. (adi)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts