Palembang, Sumselupdate.com – Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Dwi Septiawati meminta kaum perempuan tidak alergi dengan partai politik (Parpol).
“Politik praktis tidak akan riil sebelum kaum perempuan bergabung ke parpol, karena saran-saran itu tidak riil ketika dipraktekkan di lapangan, kalau ibu berani dan serius gabung ke Parpol,” katanya saat memberikan sambutan pada musyawarah luar biasa Pimpinan Wilayah KPPI Sumsel di DPRD Sumsel, Kamis (24/11/2016).
Menurutnya kaum perempuan tidak bisa menuju ke arah pemimpin nasional tanpa di usung parpol. “ Kita juga pastikan KPU Sumsel ikut menjaga dan mengawal suara perempuan agar tidak hilang oleh permainan invisible hand,” imbuhnya.
Selain itu dirinya menjelaskan ketika perempuan bersatu dari berbagai bidang, maka akan melahirkan kekuatan luar biasa. Dia juga berharap, kuota 30 persen perempuan di legislatif bisa terpenuhi pada pemilu mendatang.
“Hari ini undang-undang penyelenggaraan pemilu Insya Allah kuota perempuan tetap 30 persen,” tuturnya.
Sementara itu Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sumsel Susna Sudarti menyampaikan keterwakilan perempuan di parlemen hingga saat ini masih belum optimal, karena itu pada Pemilu 2019 diharapkan jumlahnya mengalami peningkatan.
Pada tingkat Provinsi di Sumsel masih sekitar 17 persen dan yang paling rendah di Kabupaten Ogan Ilir.
“Dengan banyaknya keterwakilan perempuan di DPRD dapat membantu dalam menjalankan tugas sehari-hari,” jelasnya.
Mandataris Pimpinan Wilayah KPPI Sumsel Hj RA Anita Noeringhati menyatakan dengan adanya PW KPPI diharapkan perempuan bersatu dalam satu wadah sehingga bisa lebih maju di 2019 mendatang.
“Saya ingin di Sumsel nanti bisa juga dibentuk KPPI di kabupaten/kota,” kata Anita yang juga Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel tersebut. (ery)











