Kasus Mutilasi Anggota DPRD Lampung Terus Diselidiki

Rabu, 8 Juni 2016
Suasana gelar perkara kasus mutilasi M Pansor Bin Abdul Bachri Anggota DPRD dilantai II gedung Ditrektorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel, Rabu (8/6).

Palembang, Sumselupdate.com – Untuk mengungkap misteri pembunuhan korban mutilasi yang diketahui korban mutilasi bernama M Pansor Bin Abdul Bachri, anggota DPRD Lampung yang dinyatakan hilang pada 21 April 2016 di Bandar Lampung.

Di mana korban hanya memiliki 5 potongan tubuh korban mutilasi yang terdiri kepala, kedua kaki, tulang panggung dan lengan kiri, telah dipulangkan pihak keluarga untuk dimakamkan melalui jalur udara menggunakan pesawat garuda dengan tujuan Cengkarenng- Jakarta, Sabtu (4/6).

Read More

Polda Sumsel bersama Polda Lampung yang diback up Mabes Polri, kembali mengelar gelar perkara, di lantai II  gedung Ditrektorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel, Rabu (8/6).

Gelar Perkara di ruang Atmani Wedhana Ditreskrimum Polda Sumsel, digelar secara tertutup yang dihadiri langsung oleh Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova, Direskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Daniel TM Silitonga, Direskrimum Polda Lampung Kombes Pol Drs Zarildi. Dan Perwakilan dari Mabes Polri.

Dari perkembangan kasus mutilasi Anggota DPRD Lampung, saat ini tim gabungan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, bahkan tim gabungan ini sudah memeriksa 10 saksi.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs, Joko Prastowo, SH, MH, mengakui kalau saat ini gelar perkara kasus mutilasi  ini tengah dilaksanakan di Polda Sumsel Sumsel.

“Kita mem-backup Polda Lampung. Internal kita mengumpulkan data, informasi nanti kita suplemenkan ke Polda Lampung nanti membantu Polda Lampung,” katanya usai sertijab tiga Kapolres, Rabu (8/6).

Selain itu, hasil penyelidikan kasus tersebut, Joko mengaku belum bisa di buka ke publik.

“Kita masing mengsinkronkan temuan-temuan tim dari Polda Lampung dan tim Polda Sumsel. Sudah ada 10 saksi yang kita minta keterangan sudah kita paparkan untuk diproses lebih lanjut. Kasus ini masih kita dalami (untuk menjurus ke pelaku-red) karena kita masih memerlukan bukti bukti baru,” jelas Kabid Humas Polda Sumsel usai gelar perkara.

Masih dikatakan Kombes Pol R Djarod Padakova, pihaknya selain memerlukan bukti bukti baru untuk dirangkai untuk menjadi modus pelaku menghabisi korban, suatu modus yang harus didukung bukti-bukti dan keterangan saksi, yang mana mudah mudahan dalam waktu dekat akan mengarah ke pada tersangaka dan dengan dua alat bukti.

Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman dimana lokasi kejadian pertama korban Pansor dihabisi, yang jelas potongan tubuh anggota DPRD Lampung ini ditemukan di Wilayah Hukum Polres OKU Timur. (ery)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts