Kasus Dugaan Ijazah Palsu Kades Sinar Napalan Naik ke Tingkat Penyidikan

Proses Pemeriksaan terhadap saksi oleh Unit Pidana Khusus Satreskrim Polres OKU Selatan yang berlangsung selama delapan jam, Jumat siang (5/2/2021).

Laporan: Alpian Patria Jaya

Muaradua, Sumselupdate.com – Polres OKU Selatan kembali melakukan gelar perkara mengenai dugaan kasus ijazah palsu Kepala Desa Sinar Napalan Kecamatan Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan atas laporan masyarakat dengan pelapor bernama Yudi Hartono (39) atas terlapor bernama Karzi (54).

Read More

Kapolres OKU Selatan AKBP Zulkarnain Harahap, SIK, melalui Kasatreskrim Polres OKU Selatan AKP Apromico, SH, SIK, MH, mengatakan, pihaknya telah melakukan gelar perkara dan kasus ini pun naik ke tingkat penyidikan.

Hari ini, Polisi baru memeriksa sebanyak tujuh orang saksi. Pemeriksaan dimulai pada pukul 13.00 WIB dan berakhir Pukul 21.00 WIB, kurang lebih selama delapan jam.

“Dari ketujuh saksi yang telah diperiksa tersebut di antaranya adalah pelapor, adik kandung yang disebut-sebut sebagai pemilik asli Ijazah yang digunakan Karzi saat mencalonkan diri sebagai Kepala Desa.

Selanjutnya selain mereka, diperiksa juga sebagai saksi, yakni Ketua dan Sekretaris Panitia Pemilihan Kepala Desa Sinar Napalan pada tahun 2017, dua orang teman sekelas pemilik asli Ijazah yang digunakan Karzi untuk memasukan berkas pencalonan, dan terakhir yang juga ikut diperiksa adalah seseorang yang terjun langsung ke lapangan mengumpulkan barang bukti, untuk menyelidiki Ijazah yang dipakai Karzi selaku terlapor Kepala Desa Sinar Napalan Kecamatan Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan,” ucap Kasatreskrim Polres OKU Selatan kepada Sumselupdate.com, Jumat (5/2/2021) malam.

“Selain ketujuh saksi yang sudah diperiksa, dalam waktu dekat akan ada saksi saksi tambahan yang akan turut pula diperiksa,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang penyidik masih enggan banyak berkomentar dan belum bisa mengungkapkan informasi lebih lanjut mengenai kasus tersebut. Sebab, polisi saat ini masih mendalami kasus ini dengan mengumpulkan saksi dan barang bukti.

“Untuk perkembangan berikutnya kami kumpulkan saksi-saksi dan bukti-bukti termasuk saksi ahli kami periksa juga, termasuk barang bukti yang ada,” kata salah seorang penyidik.

Awal Mula Kasus

Kasus Ijazah ini mencuat saat adanya laporan dari masyarakat Sinar Napalan bahwa, Kepala Desa dianggap arogan, tidak transparan terhadap  penyaluran bantuan Covid-19 yang bersumber dari desa.

Atas ketidakpuasan masyarakat terhadap hal tersebutlah pelapor Yudi Hartono (38) mendengar selentingan jika terlapor dalam hal ini Kepala Desa Sinar Napalan diduga memakai Ijazah palsu untuk mencalonkan diri sebagai Kepala Desa.

Atas selentingan dugaan Ijazah Palsu itulah, Yudi dan beberapa rekan menyelidiki atas kebenaran selentingan tersebut dan mengumpulkan bukti-bukti sebagai senjata dalam membongkar dugaan kasus ijazah yang digunakan oleh terlapor Kepala Desa Sinar Napalan.

Setelah barang bukti dianggap kuat dan Dukungan serta kesediaan masyarkat untuk menjadi saksi dalam perkara ini, Yudi didampingi masyarakat secara resmi melaporkan Kepala Desa Sinar Napalan pada tanggal 13 Juli 2020 lalu atas dugaan kasus Ijazah palsu. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.