Muaraenim, Sumselupdate.com – Setelah tenggelam sejak Rabu (16/8) pukul 15.00, akhirnya jenazah Riki Romadona (10) ditemukan. Jenazah pelajar kelas IV SD ini tersangkut di jaring pencari ikan di bawah jembatan gantung Sungai Enim, Desa Tanjung Karangan, Kecamatan Tanjung Agung, Kamis (17/8) sekitar pukul 18.30 WIB.
Jenazah Riki ditemukan oleh Kasman (30), warga Desa Tanjung Karangan saat dirinya sedang mencari ikan. Ketika dirinya hendak mengangkat jaring, jaring terasa berat yang dikiranya ikan. Lalu jaring tersebut ditarik pelan sambil dibawa ke pinggir sungai.
Sesampai di pinggir sungai dirinya mendapati jenazah terjerat di dalam jaring. “Kemudian aku langsung melaporkan kejadian itu ke Pemerintah Desa Tanjung Karangan,” ujar Kasman.
Setelah dicek, jenazah tersebut merupakan warga Desa Muara Emil yang hanyut saat mandi di Sungai Enim Desa Muara Emil. Lalu perangkat desa Tanjung Karangan menghubungi perangkat Desa Muara Emil.
Kemudian pemerintah desa beserta keluarga korban sampai di lokasi penemuan mayat. Keluarga korban membenarkan jenazah tersebut adalah Riki dan langsung dibawa ke Puskesmas Tanjung Agung untuk dilakukan visum. Lalu jenazah dibawa ke rumah duka di Dusun III Desa Muara Emil Kecamatan Tanjung Agung.
Kapolres Muaraenim AKBP Leo Andi Gunawan melalui Kasubbag Humas AKP Arsyad dan Kapolsek Tanjung Agung AKP Tamimi mengatakan, korban merupakan warga yang tenggelam saat mandi di Sungai Enim Desa Muara Emil.
Berdasar hasil visum, korban mengalami luka robek di daun telinga kanan dan kiri diduga bekas gigitan ikan, lebam di dahi diduga akibat benturan batu sungai, serta mengeluarkan buih air dari lubang hidung.
“Peristiwa tersebut terjadi pada saat korban sedang mandi dengan temannya, diduga korban belum mahir berenang, dan pemerintah desa menerangkan bahwa lokasi tempat korban berenang merupakan lubuk yang airnya berputar,” terang Tamimi.
Kurni, ayah korban mengatakan, pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian anaknya dan menggangap bahwa peristiwa tersebut adalah musibah, sehingga pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi.
Jenazah sudah dikebumikan Jumat (18/8/2017) di tempat pemakaman umum desa setempat pada pukul 13.00. (azw)











