Kasat Intelkam Polres OKU Selatan Isi Materi Wawasan Kebangsaan di STIT Darul Huda Muaradua

Sabtu, 17 September 2022
Kasat Intelkam Polres OKU Selatan, Iptu Andi Bintoro, SH saat mengisi materi dalam seminar wawasan kebangsaan di STIT Darul Huda Muaradua Desa Rantau Panjang, Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten OKU Selatan, Sabtu (17/9/2022).

Laporan: Roni Andrean

Muaradua, Sumselupdate.comSekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Darul Huda Muaradua Desa Rantau Panjang, Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten OKU Selatan menggelar seminar wawasan kebangsaan, Sabtu (17/9/2022).

Read More

Dalam kegiatan yang diikuti mahasiswa baru (PKKMB) tahun 2022, pengisi materi wawasan kebangsaan Kasat Intelkam Polres OKU Selatan, Iptu Andi Bintoro, SH.

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Yayasan Pondok Pesantren Darul Huda, Agus Salim, SPd, MM, Rektor Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Darul Huda Muaradua, Dr Saipul Umar, SPd, MSi, Kasat Intelkam Polres OKU Selatan Iptu Andi Bintoro, SH, Ps, Kanit Sosbud Sat Intelkam Bripka Rendy Juwansyah, SE,  Ketua IWO Kabupaten OKU Selatan, Ani Kurniawati.

Turut dihadiri Ketua Panitia PKKMB STIT Darul Huda Muaradua, Kepala Dinas Perpustakaan Juproni, dan para dosen Akademika STIT Darul Huda Muaradua serta para calon mahasiswa STIT Darul Huda Muaradua.

Dalam materi wawasan kebangsaan, Kasat Intelkam Polres OKU Selatan, Iptu Andi Bintoro, SH mengatakan,  dimaknai sebagai cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa dilandasi Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.

Menurut Iptu Andi Bintoro, adapun yang menjadi perubahan ancaman negara, selain invasi militer, juga ancaman non militer meliputi terorisme, narkoba, human trafficking, radikalisme, separatisme, pornografi, illegal logging, illegal fising, serangan cyber (medsos), kartel, mafia perdagangan, dan korupsi.

Dikatakannya, tantangan bangsa saat ini di antaranya pemahaman dan penghayatan empat konsensus dasar bangsa masih rendah, rasa memiliki terhadap bangsa dan negara masih lemah, dan sebagai generasi muda cenderung terpengaruh gaya hidup, serta pembelaan terhadap negara belum optimal (perlu upaya bela negara sesuai pasal 27 (3) dan pasal 30 ayat (1)UUD 1945

“Adapun saat ini telah kita rasakan bersama bahwa peran medsos sebagai bagian tantangan negara, jika dalam menyikapinya di mana jika kita salah menempatkan diri dalam bersosmed memiliki kerawanan lebih besar dibandingkan konservatif,” jelasnya.

Di mana dalam bersosmed ada tiga hal penting yang harus diketahui di antaranya intoleran, radikalisme pro kekerasan, dan cyber crime.

Perlu digarisbawahi bahaya paham radikalisme, paham yang melekat terhadap seseorang atau kelompok yang mengusung ideologi yang bukan pada ideologi bangsa, adapun di antara radikalisme yang perlu dipahami adalah bahayanya narkoba.

Iptu Andi mengajak untuk menumbuhkan kesadaran bela negara. Menurutnya, bela negara bagi setiap warga negara adalah hak dan sekaligus menjadi kewajiban untuk menghadapi ancaman dan tantangan yang sedang dihadapi bangsa.

“Harapan saya kepada mahasiswa mempunyai rasa memiliki negeri ini, menolak dan memberantas ajaran atau paham yang bertentangan dengan Pancasila, membangun persaudaraan toleransi kerukunan dan harmoni, mempersiapkan diri dengan baik sebagai agen perubahan, mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia, berjiwa merah putih, berani jujur hebat, kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat diperbaiki dengan pengalaman tetapi kurang jujur payah memperbaikinya,” harapnya.

Selanjutnya diadakan sesi tanya jawab. Pantauan awak media kegiatan ini berjalan kondusif dan aman serta dengan seksama diikuti para mahasiswa baru. (**)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts