Pagaralam, Sumselupdate.com — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang muncul di sekitar Bandara Atung Bungsu Pagaralam belum mengganggu aktivitas penerbangan.
Meski asap dan api terlihat di area sekitar bandara, operasional penerbangan masih berjalan normal. Namun, kondisi tersebut menjadi peringatan agar potensi Karhutla tidak dianggap sepele, terutama di tengah musim kemarau.
Kepala Bandara Atung Bungsu, Aminoto Sastra, memastikan kejadian Karhutla tersebut belum berdampak terhadap jadwal penerbangan.
“Terkait dengan kejadian Karhutla di area Bandara Atung Bungsu, tidak berdampak pada jadwal penerbangan,” kata Aminoto Sastra.
Meski belum mengganggu penerbangan, keberadaan titik api di sekitar kawasan bandara tetap menjadi perhatian.
Pasalnya, kondisi lahan yang mengering selama musim kemarau membuat api lebih mudah menyala dan berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani.
Selain ancaman api, asap hasil pembakaran juga menjadi persoalan yang perlu diantisipasi. Jika kebakaran meluas, asap dapat memengaruhi kualitas udara dan jarak pandang, dua faktor yang sangat penting dalam mendukung keselamatan operasional penerbangan.
Karena itu, Aminoto mengingatkan masyarakat agar ikut mencegah munculnya sumber api, khususnya di sekitar kawasan Bandara Atung Bungsu.
Ia secara khusus meminta warga tidak membuang puntung rokok sembarangan.
“Kami berharap kepada masyarakat agar jangan membuang puntung rokok secara sembarangan, terutama di sekitar area Bandara Atung Bungsu,” ujarnya.
Menurutnya, puntung rokok yang masih menyimpan bara dapat menjadi pemicu kebakaran ketika dibuang di lahan yang kering.
Rerumputan, semak belukar dan vegetasi yang mengering dapat membuat api dengan cepat membesar dan menjalar ke area lainnya.
Selain puntung rokok, masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama selama musim kemarau.
“Jangan membuka lahan dengan cara dibakar pada musim kemarau, khususnya di sekitar area Bandara Atung Bungsu,” tegas Aminoto.
Imbauan tersebut menjadi penting mengingat Bandara Atung Bungsu merupakan salah satu fasilitas transportasi udara yang mendukung konektivitas masyarakat Pagaralam dengan daerah lainnya.
Untuk saat ini, jadwal penerbangan masih berlangsung seperti biasa dan belum terdampak oleh Karhutla.
Namun, kondisi tersebut tidak boleh membuat kewaspadaan menurun.
Sebab, titik api yang saat ini belum mengganggu aktivitas penerbangan berpotensi menimbulkan persoalan lebih serius apabila kebakaran meluas dan menghasilkan kepulan asap dalam jumlah besar.
Karena itu, upaya pencegahan menjadi kunci untuk menjaga kawasan sekitar bandara tetap aman.
Masyarakat di sekitar Bandara Atung Bungsu diharapkan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, baik membuang puntung rokok sembarangan maupun membuka lahan dengan cara dibakar.
Penerbangan saat ini masih normal. Namun, menjaga agar kondisi tersebut tetap berlangsung menjadi tanggung jawab bersama dengan mencegah Karhutla sejak sumbernya.
(**)











