Palembang, Sumselupdate.com — Kualitas udara di Kota Palembang kembali memburuk. Berdasarkan pantauan aplikasi IQAir pada Sabtu (26/9/2026), tiga wilayah di Palembang tercatat berada pada level berbahaya, sementara satu wilayah lainnya masuk kategori sangat tidak sehat.
Tiga wilayah yang tercatat berada pada level berbahaya yakni Sukarami dengan indeks kualitas udara mencapai 316, GP PLM sebesar 328, dan Musi 2 Palembang dengan indeks 325.
Sementara itu, wilayah Demang mencatat indeks 276 dan masuk kategori sangat tidak sehat.
Kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara Palembang kembali mengalami penurunan setelah sempat membaik dalam beberapa hari terakhir menyusul hujan yang mengguyur sejumlah wilayah dengan intensitas rendah hingga sedang.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, membenarkan adanya perubahan kondisi kualitas udara di Palembang.
Menurut dia, kondisi kualitas udara pada Sabtu kembali memburuk setelah sebelumnya sempat mengalami perbaikan.
“Ini merupakan perubahan yang cukup drastis setelah kualitas udara sempat membaik beberapa hari lalu,” ujar Wandayantolis.
Kondisi udara yang kembali memburuk juga menjadi perhatian Pemerintah Kota Palembang, khususnya terkait aktivitas dan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.
Pemkot Palembang disebut akan kembali mengevaluasi pelaksanaan PTM dengan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara di sejumlah wilayah.
Evaluasi diperlukan karena kondisi kualitas udara dapat berubah dengan cepat, terutama ketika indeks pencemaran kembali masuk kategori tidak sehat hingga berbahaya.
Sebelumnya, BMKG Sumatera Selatan juga telah mengingatkan bahwa kondisi kemarau dan meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan dapat menyebabkan akumulasi asap yang terbawa angin hingga berdampak terhadap kualitas udara di Palembang.
Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Di tengah memburuknya kualitas udara, masyarakat Palembang diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak polusi udara.
Warga yang tidak memiliki keperluan mendesak di luar rumah diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan, terutama ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat, sangat tidak sehat hingga berbahaya.
Masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan juga dianjurkan menggunakan masker dan menjaga kondisi kesehatan.
“Kurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk serta gunakan masker jika harus beraktivitas di luar,” kata Wandayantolis.
Kondisi kualitas udara Palembang sebelumnya juga sempat mencapai kategori berbahaya. BMKG menyebut kualitas udara saat itu perlu menjadi perhatian bersama akibat paparan kabut asap.
Dengan kembali meningkatnya indeks kualitas udara pada sejumlah wilayah, masyarakat diimbau terus memantau perkembangan kualitas udara dan mengikuti arahan pemerintah terkait aktivitas di luar ruangan maupun kegiatan belajar mengajar.
(**)







