Kapolda Sumsel Sebut Soal Temuan Ulat di Menu MBG Empat Lawang Tengah Diselidiki

Writer: - Rabu, 19 Februari 2025
Kapolda Sumsel Irjen Andi Rian R Djadi SIK. (Sumselupdate.com/Diaz Erlangga)

Palembang, Sumselupdate.com – Program Makan Bergizi Gratis yang tengah berjalan di Kabupaten Empat Lawan menjadi sorotan serius setelah ditemukan ulat di dalam wadah menu makan siang tersebut membuat Kapolda Sumsel juga turut angkat bicara, Rabu (19/02/2025) siang.

Temuan ulat di dalam wadah menu makanan program MBG di SDN 8 Tebing Tinggi itu bahkan membuat sejumlah siswa disana dilarikan ke puskesmas terdekat.

Read More

“Ini sedang diperiksa, makanannya juga dibawa ke Labfor untuk dilakukan pemeriksaan secara scientific,” ucap Kapolda Sumsel Irjen Andi Rian R Djadi SIK, pasca meresmikan Instalasi Forensik RS Bhayangkara M Hasan Palembang, Rabu (19/02/2025).

Kapolda Sumsel juga memastikan saat ini sejumlah anak didik yang terdampak akibat temuan ulat di ompreng MBG tersebut mendapatkan perawatan intensif di Fasilitas Kesehatan yang ada di Empat Lawang.

Irjen Andi Rian R Djajdi SIK menyebut pihaknya juga meminta klarifikasi terhadap penyedia program MBG di SDN 8 Tebing Tinggi.

Baca juga : Kapolda Sumsel Resmikan Pelayanan Baru di RS Bhayangkara Sekaligus Gelar Bakti Kesehatan

“Kita juga lakukan pendalaman-pendalaman klarifikasi terhadap pihak-pihak yang menyediakan kenapa bisa menimbulkan dampak seperti itu, “tegas Kapolda Sumsel.

Sebelumnya, Pemberian menu Makan Gizi Gratis (MBG) di SD Negeri 8 Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan (Sumsel) kini dihentikan sementara, menyusul ditemukan ulat di dalam menu makanannya, Selasa (18/2/2024).

Akibatnya beberapa anak dilarikan ke puskesmas usai menyantap menu MBG tersebut. Menu MBG berulat putih kecil di ompreng stainless atau wadah menu makanan ini, sempat heboh di media sosial dan media massa.

Baca juga : 11 Bulan Laporan Berjalan Lamban, Ibu Bhayangkari Jadi Korban KDRT Minta Keadilan ke Kapolda Sumsel

“Izin komandan, memang banyak (ulat) bukan satu atau dua saja di makanan. Termasuk di buah pepaya juga ada,” ujar perekam video yang diunggah di akun Instagram @empatlawangterkini.

Dalam video yang beredar tersebut disebutkan jika beberapa ompreng terdapat ulat dan membuat sebagian siswa tidak mau makan. Disebutkan juga jika buah pepaya rasanya sudah masam.

Menu MBG yang tidak higienis ini dibantah oleh Evie Hadenli, Ketua DPD Perkumpulan Penyeleng Jasaboga Indonesia (PPJI) Sumsel sekaligus penanggungjawab dapur umum MBG.

Ketua PPJI Sumsel Evie Hadenli mengatakan, ikan fillet patin krispi, bihun goreng, tahu goreng, dan buah pepaya menjadi menu yang dibagikan saat peristiwa tersebut.

“Untuk menu ikan fillet yang tipis dan garing seperti kerupuk sangat mustahil ada belatung,” cetusnya.

Evie mengatakan, kondisi makanan fresh dan baru berapa jam saja sangat mustahil ditemukan ulat. Tentunya ini menimbulkan tanda tanya, kecuali ikannya utuh atau yang dimasak kurang matang baru masuk akal.

“Untuk MBG di Kabupaten Empat Lawang ini ditangani oleh Yayasan Vieki Indira Sriwijaya. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” katanya, Rabu (19/2/2025).

Seperti diketahui, saat ini ada 17 dapur yang menjadi tanggungjawab PPJI Sumsel. Di antaranya 10 dapur umum berada di Kota Palembang yang sudah mulai sejak Januari.

Lalu 7 lainnya di Prabumulih, Empat lawang, Pagaralam, Kabupaten PALI, Muaraenim, Lah Martapura, yang baru beroperasi pada 17 Feb. 2025 lalu.

Program MBG di Kabupaten Empat Lawang yang baru mulai dua hari ini, total ada 3.092 porsi yang dibagikan setiap harinya.

Diawali di Kecamatan Tebing Tinggi, jumlah paket yang dibagikan untuk siswa sekolah mulai dari TK, SD, SMP, dan SMA sebanyak 3.088 siswa, dan ada tambahan empat selain siswa, sehingga jadi total 3.092 per hari. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts