Kabid Disdik Palembang Disebut Dalam Persidangan Dana BOS, Zulinto: Kita Serahkan ke Hakim dan Jaksa

Terdakwa Nurmala Dewi, mantan Kepsek SDN 79 Palembang.

Palembang, Sumselupdate.com – Kasus dugaan korupsi penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2019 senilai Rp457 juta, untuk pertama kalinya digelar dalam sidang di Pengadilan Negeri PN Tipikor Palembang, Kamis (28/10/2021).

Pada sidang perdana JPU Kejari Palembang, menghadirkan langsung terdakwa Nurmala Dewi, mantan Kepsek SDN 79 Palembang di hadapan Majelis Hakim.

Read More

Usai sidang, terdakwa Nurmalah Dewi mengatakan, dirinya membantah terkait dakwaan memperkaya sendiri serta terhadap Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) dana BOS.

Ia menegaskan, dalam perkara ini banyak pihak-pihak yang ikut terlibat di antaranya Diknas Kota Palembang serta oknum guru SDN 79 kala itu.

“Saya akan ungkap itu semua dipersidangan nanti siapa-siapa saja yang terlibat,” tegas Nurmala yang saat ini dalam status penahanan Polda Sumsel.

Saat dikonfirmasi Kadisdik Kota Palembang, Ahmad Zulinto menegaskan bahwasanya dalam perkara ini, jika hak terdakwa untuk berbicara.

“Itukan omongan Ibu Dewi. Kalau mau dibuktikan silahkan saja, biar pengadilan yang menilai nanti,” ungkapnya melalui sambungan telepon, Kamis (28/10/2021).

Ia mengatakan jika pihaknya akan memandang kasus tersebut berdasarkan azas praduga tak bersalah.

“Silakan saja jika nanti memang perlu diperiksa, periksa saja. Kami serahkan pada jaksa dan hakim,” ujarnya terkait dua nama yang disebut oleh terdakwa Nurmala Dewi.

Zulinto juga menegaskan, jika nantinya memang terbukti ada staf yang meminta sejumlah uang, maka pihaknya akan menyerahkan kepada hukum.

“Artinya memang benar ada yang melanggar hukum dengan meminta sejumlah uang. Kembali kita serahkan pada pihak jaksa dan hakim,” jelasnya.

Mengenai nama Bahren dan Sepri yang disebut oleh terdakwa kasus dugaan penyalagunaan dana BOS SDN 79 Palembang, Zulinto membenarkan jika keduanya adalah pegawai Disdik Kota Palembang.

“Bahren ini sebagai Kepala Bidang, si Sepri itu kemungkinan pegawai dia,” jelas Zulinto.

Terkait dua nama tersebut, Zulinto kembali mengatakan pihaknya sepenuhnya menyerahkan penilaian tersebut kepada Jaksa dan Hakim.

“Kembali kami serahkan pada penilaian jaksa dan hakim. Bagaimana selanjutnya kami serahkan pada pengadilan,” tutupnya. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.