Palembang, Sumselupdate.com – Dua jemaah haji asal Embarkasi Palembang dilaporkan meninggal dunia dalam pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Satu jemaah wafat di Tanah Suci, sementara satu lainnya meninggal dunia di Palembang sebelum keberangkatan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kakanwil Kemenhaj) Sumatera Selatan, M Arkan Nurwahiddin mengatakan, secara umum kondisi jemaah haji Embarkasi Palembang dalam keadaan baik meski terdapat dua kabar duka tersebut.
Jemaah yang meninggal di Arab Saudi diketahui bernama Asan Akip bin Sanan (80), warga Desa Bulang, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muara Enim. Almarhum tergabung dalam Kloter 15 Embarkasi Palembang dan wafat di Makkah pada Kamis (14/5/2026) pukul 05.15 waktu Arab Saudi.
“Almarhum telah dimakamkan di Pemakaman Sharaya, Makkah,” ujar Arkan, Sabtu (16/5/2026).
Berdasarkan laporan dokter kloter, sebelum meninggal kondisi kesehatan Asan Akip terpantau baik selama menjalankan ibadah. Namun, kesehatannya mendadak menurun setelah mengeluhkan sakit perut dan mengalami diare.
Petugas kemudian membawa almarhum ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Sekitar 30 menit setelah menjalani perawatan, Asan Akip dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, satu jemaah lainnya bernama Suryani Abu Bakar (66), warga Palembang yang tergabung dalam Kloter 4 Embarkasi Palembang, meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Siti Fatimah Palembang pada Kamis malam (14/5/2026).
Sebelumnya, keberangkatan Suryani sempat ditunda akibat kondisi kesehatannya menurun. Ia diketahui mengalami anemia dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Palembang, Emmilya Rosa membenarkan kabar meninggalnya jemaah tersebut.
“Iya, jemaah yang sempat dirawat di RSUD Siti Fatimah Palembang meninggal dunia semalam,” katanya, hari ini.
Arkan menegaskan kedua jemaah yang meninggal dunia tetap mendapatkan hak sebagai jemaah haji, termasuk badal haji dan asuransi sebesar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).
“Tetap mendapatkan haknya, termasuk badal haji dan asuransi,” jelasnya.
Pada musim haji tahun ini, Embarkasi Palembang memberangkatkan sebanyak 6.995 jemaah. Jumlah tersebut terdiri dari 5.860 jemaah asal Sumatera Selatan, 1.071 jemaah asal Bangka Belitung, dan 64 petugas kloter.
Arkan menambahkan, masih terdapat 41 kursi kosong atau open seat dari total kuota haji Sumsel dan Bangka Belitung tahun ini.
Menurutnya, kursi kosong tersebut disebabkan sejumlah faktor, seperti jemaah meninggal dunia sebelum masuk asrama haji, jemaah hamil, hingga jemaah sakit yang belum pulih sampai masa pemberangkatan berakhir.
Berdasarkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) 2026, seluruh jemaah haji dijadwalkan menjalani puncak ibadah wukuf di Padang Arafah pada 26 Mei 2026 mendatang.
(**)










