Kabar Baik, Pemerintah Arab Saudi Izinkan Jamaah Melaksanakan Umrah

Senin, 26 Juli 2021
Kelompok pertama umat muslim melakukan ibadah umrah dengan penerapan protokol kesehatan di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Sabtu (3/10/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Yasser Bakhsh/foc.

Riyadh, Sumselupdate.com – Mulai tahun baru Islam 1443 Hijriah nanti, Arab Saudi akan kembali mengizinkan jamaah internasional untuk melaksanakan umrah mulai 10 Agustus 2021.

Kabar baiknya, Indonesia pun bisa melakukan umrah, tapi ada syarat yang cukup ketat.

Read More

“Masjid Raya siap menerima jemaah umrah,” kata Wakil Kepala Urusan Masjidil Haram, Saad bin Muhammad Al-Muhaimid yang dikutip detikcom dari Daily Star, Senin (26/7/2021).

Kabar rencana pembukaan umrah ini sebelumnya sempat dicetuskan oleh Wasekjen Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Rizky Sembada, kepada detikTravel, Senin (19/7/2021).

Pembukaan umrah ini memang sudah menjadi wacana dari Pemerintah Arab Saudi. Namun yang jadi pertanyaan adalah daftar jamaah umrahnya.

“Apakah umrah ini dibuka untuk Arab Saudi sendiri atau internasional, Wallahualam,” ujarnya.

Dalam ibadah haji lalu, ada 327 WNI yang menjadi jemaah haji tahun ini. Mereka adalah WNI yang selama ini sudah menetap di Arab Saudi dan ikut mendaftar sebagai calon jemaah sesuai prosedur yang diberlakukan Saudi.

Sementara itu mengutip situs Haramain Sharifan, seluruh negara diperbolehkan melakukan penerbangan langsung ke Arab Saudi untuk mengikuti umrah kecuali sembilan negara.

Sembilan negara itu adalah India, Pakistan, Indonesia, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon.

Jamaah dari sembilan negara ini wajib melakukan karantina selama 14 hari di negara ketiga sebelum tiba di Kerajaan Arab Saudi.

Persyaratan lainnya yang harus dipenuhi jamaah umrah yakni mereka telah vaksinasi penuh atau telah menerima dua dosis vaksin Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Johnson & Johnson (J&J).

Jika mendapatkan vaksin dari China, harus ada booster lain. “Dosis vaksin COVID-19 buatan China dengan satu suntikan vaksin booster dari Pfizer, Moderna, astraZeneca, atau Johnson & Johnson juga diperbolehkan,” tulis laporan tersebut.

Selain menerapkan protokol kesehatan, jamaah umrah juga diwajibkan untuk mengikuti tanda di lantai saat melakukan Tawaf selama pandemi Covid-19. (dtc)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts