Bogor, Sumselupdate.com – Kasus peredaran vaksin palsu yang belakangan ini meresahkan masyarakat mendapat respons Presiden Jokowi.
Jokowi mengatakan telah meminta Kapolri Jenderal Badrodin Haiti bersama Menteri Kesehatan Nila F Moeloek untuk mengusut kasus ini hingga tuntas.
“Sudah saya perintahkan Menkes dan Kapolri untuk sangat serius mengusut menelusuri masalah vaksin palsu. Ini sudah berjalan sangat lama, sudah 13 tahun. Harus ditelusuri,” kata Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/6).
Presiden pun menegaskan bahwa kasus vaksin palsu merupakan bentuk kejahatan luar biasa lainnya di Tanah Air.
“Ini kejahatan luar biasa. Misalnya, anak dianggap sudah divaksin polio palsu, ternyata belum (divaksin).Berbahaya sekali, ini kejahatan luar biasa sekali,” ujarnya.
Oleh karena itu, dirinya memerintahkan aparat dan pihak-pihak terkait tak boleh menganggap remeh masalah ini.
“Ya, semuanya harus menelusuri dan menangkapnya. Baik itu oknum di pemerintahan yang memasarkan dan mengedarkan. Semuanya, jangan anggap remeh!” tegasnya.
Terkait para pelaku yang telah berhasil diringkus, Presiden berharap, mesti dikenakan hukuman yang seberat-beratnya.
“Meskipun saya belum ada laporan detil beredarnya dimana, tetapi saya sudah perintahkan untuk ditelusuri secara detil. Untuk hukumannya, betul-betul diberikan yang seberat-beratnya. Baik pada yang memproduksi, mengedarkan dan memasarkan semuanya. Ini agar tidak terulang lagi,” pungkasnya. (shn)











