Pandeglang, Sumselupdate.com – Presiden Joko Widodo mengakui, tsunami yang terjadi di Selat Sunda, kemudian berdampak ke daerah Banten dan Lampung Selatan di luar perkiraan lembaga-lembaga pemerintah.
Tsunami yang terjadi pada Sabtu malam, 23 Desember 2018, menghantam tanpa disertai peristiwa pendahuluan seperti gempa bumi.
“Ini (tsunami) betul-betul di luar perkiraan BMKG,” ujar Jokowi di sela-sela meninjau dampak tsunami di Pantai Carita, Pandeglang, Banten, Senin, (24/12/2018) seperti dikutip dari viva.
Menurut Jokowi, ketiadaan pertanda akan datangnya tsunami juga menjadi sebab korban jiwa dari bencana itu cukup tinggi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin siang telah mencatat 281 orang meninggal dunia akibat peristiwa itu.
“Kita melihat kesiapan masyarakat, kesiapan yang baru berliburan, baik di Pantai Carita ini, juga di Pantai Labuan, di Tanjung Lesung, di Sumur, mereka tidak memiliki untuk kesiapan untuk menghindar,” ujar Jokowi.
Meski demikian, mantan gubernur DKI ini tetap mengapresiasi sigapnya aparat dalam menanggulangi bencana. Pemerintah daerah setempat, dibantu TNI dan Polri, segera melakukan tindakan seketika bencana terjadi.
“Kecepatan-kecepatan evakuasi di lapangan ini patut kita apresiasi. Sangat saya hargai, juga sangat cepat mengambil tindakan apa yang harus dilakukan,” ujar Jokowi. (adm3/vvn)











