Jelang PSU, Polres PALI Gelar Apel Pasukan

Kapolda Sumsel saat doa bersama dengan Pj. Bupati dan Kapolres PALI

PALI, Sumselupdate.com — Menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), yang akan digelar di empat TPS di dalam tiga desa yakni, Air Itam, Babat dan Tempirai, Polres PALI mengelar apel gabungan Polri, TNI, dan unsur Muspida.

Sedikitnya, 500 personil Polri yang berada di jajaran Polres PALI mengikuti jalanya apel yang dipimpin langsung Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri SIK SH MH, dan digelar di Desa Air Itam, Kecamatan Penukal, Senin (12/4).

Bacaan Lainnya

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri SIK SH MH mengatakan, selain Polres PALI, ada Polres Muaraenim dan Prabumulih serta Polda sendiri yang turut membackup PSU Kabupaten PALI.

“Jadi pengamanan ini hingga semuanya aman, dan nanti akan diumumkan Kapolres PALI. Terkait pelanggaran, apabila terkait Pemilu maka ke Banwaslu. Namun, apabila tindak pidana maka Polri yang menindaknya,” tegasnya.

Sebelumnya, Kapolres PALI AKBP, Rizal Agus Triadi mengatakan, bahwa pihak kepolisian untuk mengamankan wilayah empat TPS yang PSU telah menyiapkan personilnya, ntuk memberi rasa aman kepada masyarakat menghadapi PSU

“Memang salah satu desa wilayah PSU merupakan atau banyak didapati bertransaksi narkoba. Kita kedepankan kenyamanan. Jika orang tertentu meninggalkan desa, ya silahkan saja,” tegasnya.

Diharapkanya, jalannya PSU nanti bisa memberi rasa aman dan tidak ada celah-celah sabotase atau pelanggaran. “Kita harapkan kepada penyelenggara seprofesional mungkin. Sehingga tidak ada celah melakukan gugatan atau pelanggaran lain,” katanya.

Kepada pemilih tidak usah takut jangan bimbing untuk memilih sesuai TPS. Jika ada yang mengintimidasi, silahkan laporkan lantaran di lokasi PSU sudah banyak jajaran kepolisian yang berjaga. Baik menggunakan pakaian dinas maupun pakaian preman.

“Kemudian, kepada Paslon kita harap berfikir dewasa dan positif. Apapun hasilnya harus diterima. Jangan sampai merugikan banyak pihak. Mari kita ciptakan demokrasi yang sehat,” pungkasnya. (adj)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.