Jelang Natal, Anggota Komisi IX DPR RI Minta Perhatikan Masa Kadaluwarsa Parcel

Writer: - Minggu, 22 Desember 2024
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Arzeti Bilbina

Jakarta, Sumselupdate.com — Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Arzeti Bilbina meminta Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) meningkatkan pengawasan terhadap peredaran parcel jelang Natal dan Tahun Baru.

Jangan sampai produk kadaluwarsa masuk paket parcel yang diperjualbelikan pedagang di pasaran.

Read More

“Pengawasan dan inspeksi terhadap produk parcel terutama makanan dan minuman harus dilakukan. Jangan sampai ada produk kadarluarsa dan tidak layak konsumsi yang ada di parcel,” kata Arzeti, di Jakarta (22/12/2024).

Menurut Arzeti, parcel yang beredar di pasaran harus memenuhi standar kesehatan dan keamanan. BPOM, Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Daerah perlu mengadakan kampanye edukasi untuk masyarakat dan produsen mengenai pentingnya keamanan pangan dan prosedur standar yang harus dipatuhi.

“Kami juga meminta UMKM memastikan semua produk yang dimasukkan dalam parcel memenuhi standar kualitas dan kesehatan,“ ujar Arzeti.

Produk yang dimasukkan di dalam parcel, kata Arzeti, harus menggunakan kemasan yang aman dan higienis. Selain itu harus disertakan informasi yang jelas mengenai produk dan menjaga kebersihan dan keamanan dalam proses produksi.

Dia juga meminta agar konsumen lebih berhati-hati dan waspada memilih parcel. Sebelum membeli, agar konsumen memeriksa kondisi kemasan dan tanggal kadarluarsa setiap produk. Konsumen diminta tak ragu melaporkan jika menemukan produk dalam parcel yang tidak memenuhi standar pangan.

“Belilah parcel dari penjual yang terpercaya. Jangan konsumsi produk kadarluarsa dan tidak layak,” tuturnya.

Pemberian parcel Natal dan Tahun Baru ini, kata Arzeti, merupakan salah satu cara untuk mendongkrak perekonomian masyarakat, khususnya UMKM.

Oleh karena itu, dia berharap pembuatan dan distribusi parcel juga melibatkan UMKM. Produk-produk yang dimasukkan ke dalam parcek juga bisa merupakan produk khas daerah masing-masing.

“Ini jauh lebih positif dibandingkan membuat parsel dengan membeli barang-barang dari minimarket konvensional, karena tidak melibatkan atau membantu UMKM,” tambahnya.(duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts