JCH  Mura Diberi Pembekalan Melalui  Manasik Haji

Jumat, 14 Juni 2019
Bupati Mura, Ir H Hendra Gunawan saat mengalungkan tanda peserta secara simbolis tanda dimulainya manasik haji bagi CJH asal Kab Mura

Muarabeliti, sumselupdate.com -Jemaah Calon Haji (CJH) asal Kabupaten Musi Rawas (Mura) diberi pembekalan selama satu hari melalui manasik haji.

Manasik haji yang diikuti seluruh JCH sebanyak 190 orang berlangsung di Hotel Abadi, Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kamis (13/6/2019).

Read More

Manasik yang berlangsung satu hari ini dibuka langsung Bupati Mura, Ir H Hendra Gunawan.

Kegiatan tersebut digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura melalui Kementerian Agama (Kemenag).

Tujuannya untuk memberikan pengetahuan tentang kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Pusat maupun Pemkab Mura tentang penyelenggaraan ibadah haji.

Bupati Mura, Hendra Gunawan, menyampaikan bahwa pembekalan atau manasik haji bagi JCH ini sangat penting untuk dilaksanakan.

Dengan harapan, agar para JCH mendapatkan pengetahuan tentang penyelenggaraan haji, terutama pemahaman kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

“Dengarkan baik-baik kebijakan yang disampaikan narasumber, baik dari Kemenag maunpun dari Pemkab Mura. Sehingga pengetahuan yang didapat dari manasik haji ini, tidak ada masalah dalam berhaji nanti. Dan hajinya berjalan baik dan benar,” katanya.

Menurutnya, sebagai hamba Allah, para peserta manasik tersebut harus bersyukur. Sebab apa yang dimiliki semata-mata karena Allah SWT.

“Kita harus merasa bersyukur, berbangga, serta berbesar hati. Sebab, JCH asal Kabupaten Mura sangat antusias untuk berhaji,” ucapnya.

Oleh karenanya, Pemkab dan Kemenag sangat peduli dalam menjalankan rukun Islam yang kelima ini. Jadi, semangat ikhlas karena Allah SWT, merupakan modal utama menuju haji mabrur.

“Tamu Allah tentunya wajib menjalankan yang rukun, termasuk juga yang sunah. Karena itu, faktor kesiapan fisik dan rohani sangat menentukan sekali kemambruran hajinya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Mura, H Hermadi menjelaskan bahwa manasik yang digelar tersebut juga untuk lebih memantapkan persiapan, sebelum pemberangkatan dan pemulangan JCH.

Demikian juga, termasuk pemondokan ketika berada di Tanah Suci.

Sedangkan dari 190 CJH itu, terdiri dari 103 perempuan dan 87 laki-laki. Namun, untuk CJH tertua atas nama Muhadi Ahmad Idris (81) dari Kecamatan Megang Sakti. Dan CJH termudah, Retno Ulfayatun Hidaya (27) dari Kecamatan Muara Lakitan.

“Manasik haji ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman jemaah, agar dalam pelaksanaan haji nanti dapat dilaksanakan dengan sempurna,” pungkasnya. (ain)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts