Baturaja, Sumselupdate.com – Ini peringatan bagi pengunjung yang akan membesuk kedalam Rutan Baturaja jagan sampai seperti Zalwati warga Desa Lubuk Batang Lama Kecamatan Lubuk Batang Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Wanita ini terpaksa gigit jari dan tak bisa membesuk suaminya dalam waktu satu bulan ke depan, Apa sebab? Ibu tersebut kedapatan oleh petugas jaga Rutan Baturaja membawa barang terlarang berupa handphone saat hendak membesuk suaminya di Rutan Klas II B Baturaja, pada Senin (2/4/2018).
Modusnya sendiri cukup unik dengan memasukan HP ke dalam makanan pepes ikan secara rapi dan baik. Beruntung petugas Rutan dibawah pimpinan Kepala Rutan Baturaja Herdianto sigap memeriksa siapapun yang akan membesuk dengan menerapkan penelitian pemeriksaan secara baik.
Diketahui Zalwati hendak membesuk suaminya Radius Afandi yang terjerat kasus narkoba. Prilaku menyimpang yang dilakukan ibu tersebut sangat disayangkan Kepala Rutan klas II B Baturaja Herdianto saat menyaksikan penggeledahan di area P2U Rutan.
“Ini sangat kami sayangkan, harusnya masyarakat yang membesuk mendukung kami untuk memberantas narkoba dan penyelundupan handphone dll ke dalam Rutan,” ucap Karutan.
Padahal Kata Herdianto mereka sudah siapkan Wartel Sus Pas dalam Rutan agar para narapidana dapat menghubungi keluarganya dengan bebas dan seluruh handphone steril.
Atas kejadian itu pihaknya tak akan segan memberi sanki berupa tidak diperbolehkan membesuk atas nama narapadina itu dalam jangka waktu yang tekah ditentukan. “Sanksinya bagi keluarganya tidak boleh mengunjungi , membesuk selama satu bulan tanpa terkecuali,” kata Herdianto.
Lebih jauh ucap Heridanto terciptanya keamanan dan ketertiban dalam rutan serta suksesnya pembinaan dalam rutan akan terwujud apabila masyarakat turut serta tidak melakukan hal-hal yang dilarang dan memberi andil yang baik, bukan memberikan contoh yang tidak baik.
“Dan kami sudah berkomitmen mewujudkan rutan zero halinar baik itu pengunjung serta ada oknum petugas pun akan kami tindak. Sekali lagi kami minta tolong kepada masyarakat bantu kami menegakkan aturan di Rutan ini” tegasnya.
Pemeriksaan itu sendiri rutin dilaksanakan pihaknya terhadap siapapun yang akan membesuk ke dalam Rutan tersebut, walaupun dengan alat manual, “Jadi makanan pun kami periksa, buktinya ini sudah ada yang masukan HP ke makanan,” pungkasnya. (wid)











